Pergantian Tahun, Ruang Kontemplasi

Pesta kembang api telah usai. Hingar bingar terompet telah berhenti. Semua tanda yang menunjukkan pergantian tahun telah usai. Pesta meriah menyambut kedatangan tahun baru telah selesai. Saatnya kita mulai melukis resolusi di tahun 2014 ini.

Tahun 2013 telah kita lewati. 365 hari telah kita lalui di tahun 2013. Sebuah pertanyaan reflektif di awal tahun 2014 ini, apa yang sudah kita perbuat di tahun 2013? Tentu ada banyak kekurangan dan kelebihan di tahun 2013. Yang sudah berlalu tentu menjadi pelajaran bagi kita dalam melangkah di hari-hari yang akan datang.

Sebagai manusia wajar ada satu, dua bahkan tiga kesalahan yang kita perbuat di tahun 2013. Kesalahan atau kekurangan bukan untuk disesali tapi untuk diperbaiki di masa yang akan datang. Semangat memperbaiki diri adalah ciri-ciri manusia pembelajar. Manusia yang memiliki visi kehidupan. Kesalahan dan kekurangan menjadi bekal terbaik di masa yang akan datang.

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan namun hanya sebagian dari kita yang mau belajar dari kesalahan. Sebab tak mudah belajar dari kesalahan. Namun bukan berarti tak mungkin.

Pergantian tahun berarti tersedianya ruang bagi kita berhenti sejenak untuk merenungi segala tindak tanduk di hari-hari yang lewat. Dengan harapan, kita memiliki semangat yang lebih segar dalam melihat segala tantangan kehidupan.

Di awal tahun ini kita diberi kesempatan untuk menyegarkan kembali semangat untuk berbuat yang lebih baik. Menyegarkan semangat berbagi dengan sesama. Di awal tahun ini harapan kembali kita lambungkan setinggi langit. Harapan untuk semua kebaikan.

Sebagai individu kita memiliki harapan atau resolusi di 2014 ini. Dan ini penting untuk menjadi obsesi di tahun 2014. Obsesi itu sendiri penting karena mampu menjaga etos kerja kita. Pada sisi yang lebih hakiki, kita semakin yakin dengan Kebesaran Dan Keagungan-Nya. Dia yang selalu hadir dalam setiap ikhtiar hamba-Nya. Karena Dia Yang Maha Penolong.

Sebagai komunitas yang terhimpun dalam masyarakat Kota Bekasi tentu kita mempunyai harapan dan impian tentang kota yang kita cintai ini. Kita tentu berharap agar kota ini menjadi “Kota Untuk Manusia”. Maksudnya, kota yang layak untuk dihuni. Kota yang sehat dari berbagai aspek; sosial, lingkungan, budaya, perekonomian dan lainnya.

Kita berharap Kota Bekasi menjadi kota yang nyaman untuk ditempati. Sedianya memang seperti itu, kota harus humanis. Karena kota itu akan membentuk karakter penghuninya.

Untuk impian besar itu perlu kerja yang lebih keras. Hasil berbanding lurus dengan kerja keras. Semakin besar upaya yang dilakukan maka semakin besar peluang untuk mencapai impian tersebut. Jika impian lebih besar dari usaha maka kita hanya bermimpi.

Kerja keras semua pihak harus bisa dipadukan untuk mencapai resolusi Kota Bekasi yang maju, sejahtera dan Ihsan. Kerja keras tersebut harus dibingkai dalam semangat kebersamaan. Semoga impian ini kita temui di 2014.

Leave a Comment