SMS CENTER 0812 9758 2662

Bekasi Perbanyak Lubang Biopori

Pemerintah Kota Bekasi berencana menggalakkan pembuatan lubang biopori di setiap rumah warga di wilayah setempat. Lubang itu bermanfaat untuk meminimalkan dampak banjir dan tumpukan sampah organik. "Kami buat percontohan dulu," kata Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu, Ahad, 4 Mei 2014.

Percontohan itu dibuat di rumah dinasnya di Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat. Sumur resapan atau biopori merupakan lubang-lubang kecil pada tanah yang dibuat untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap tanah terhadap air.

Lubang yang dibuat dengan kedalaman sekitar 1,2 meter dan diameter 10-30 sentimeter ini ditimbun dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik itu kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang kemudian mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah.

Selain meminimalkan jumlah genangan, usaha memperbanyak lubang biopori juga bertujuan mengembalikan tingkat kesuburan tanah lewat adanya kompos tersebut. "Warga mengolah sendiri sampahnya," katanya.

Karena itu, jumlah sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir Sumur Batu dapat ditekan. Sebab, hanya sampah nonorganik yang dibuang. "Persoalan sampah dapat diatasi di tingkat warga," kata Ahmad.(tempo)

ShareShare on FacebookPin on PinterestShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Tagged: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *