SMS CENTER 0812 9758 2662

Wawalkot Resmikan Bank Sampah Gamprit

Pondokgede - Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu meresmikan berdirinya Bank Sampah Gamprit Berseri yang berada di lingkungan RW 14 Kelurahan Jatiwaringan Kecamatan Pondok Gede, Sabtu, (31/1).

Ahmad Syaikhu mengatakan Bank Sampah ini diharapkan dapat menggerakkan partisipasi warga dalam mengelola sampah dengan baik. Mengingat sampah Kota Bekasi banyak disumbang rumah tangga. Seperti diketahui saat ini penduduk Kota Bekasi sekitar 2,6 juta jiwa.

Kata dia, warga dan pengelola bank sampah perlu bekerjasama dengan baik sehingga mampu mengurangi jumlah sampah yang dibuang rumah tangga. Sudah saatnya cerdah mengelola sampah dengan melakukan pemilahan.

"Sampah organik dari warga bisa diolah menjadi kompos melalui beberapa cara dan akan memberikan keuntungan juga untuk Bank Sampah melalui penjualan kompos. Sekilo Kompos seharga kurang lebih Rp 850. Hanya kualitas komposnya saja yang perlu distandarisasi agar layak jual. Pemerintah siap membantu keberadaan Bank Sampah di Kota Bekasi," kata Ahmad Syaikhu.

Lanjut Ahmad Syaikhu pengelolaan sampah mulai dari hulu atau sampah rumah tangga harus terus disosialisasikan. Selain mengurangi jumlah sampah yang ada juga sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Sebab kata dia, dari total sekitar 1578 ton volume sampah se-Kota Bekasi yang dihasilkan per harinya, pemerintah hanya mampu mengangkut 40 persennya dibawa ke TPA Sumur Batu. Dan sisanya masih berada dilingkungan sekitar masyarakat dan menjadi sampah-sampah liar.

"Dengan bank sampah yang ada dan kebersamaan masyarakat mengelola sampah dari rumah tangga, volume sampah yang akan dibawa ke TPA Sumur Batu bisa dikurangi ," Kata Ahmad Syaikhu.

Sementara itu, Lurah Jatiwaringin Tajudin mengatakan di wilayahnya baru ada dua Bank Sampah. Yakni di RW 3 dan RW 14. Ia berharap bank sampah di RW 14 ini berjalan dengan baik dan menggerakkan masyarakat melakukan pemilahan sampah. Upaya tersebut juga membantu pemerintah mengatasi persoalan sampah.

"Contohnya pihak UPTD Kebersihan setiap hari mengangkut sampah liar di beberapa titik di sepanjang jalan Kayuringin hingga bundaran Pasar Pondok Gede. Setiap hari truk menyisir dan mengangkut sekitar satu ton sampah liar. Untuk itu dengan adanya bank sampah, kita mulai mengurangi sampah apalagi ada nilai tambah dari segi ekonomis yang diterima warga," Kata Tajudin.

Ketua Bank Sampah Gamprit Berseri, Martono berjanji akan menggerakkan warganya untuk mengoptimalkan keberadaan bank sampah. Ia berencana akan segera memberikan sosialisasi sistem pemilahan sampah kepada semua RT dan warganya. Bentuk edukasi seperti ini kata dia akan terus dilakukan ke semua RT di wilayah RW 14 disela-sela kegiatan kemasyarakatan.

"Supaya kenal dengan bank sampah ini, kita akan sosialisasi di tingkat RT terlebih dahulu. Kita masuk di kegiatan arisan, posyandu, rapat karang taruna dan lainnya. Kita beri pemahaman pentingnya pemilahan sampah supaya sampah yang masih memiliki nilai ekonomis tidak terbuang percuma. Sementara sampah organik akan diubah menjadi kompos yang tidak kalah ekonomisnya," kata Martono.

Ia juga berharap warga yang terdaftar di keanggotaan Bank Sampah dan menjadi nasabah bank sampah mulai membawa sampah rumah tangga jenis plastik kemasan produk, kardus, botol, setiap hari Sabtu dan Minggu. Per kilo sampah kata dia dihargai Rp 1000. Lalu dimasukan dalam buku tabungan nasabah.

"Kita mulai dulu pemilahan sampah yakni sampah plastik, kardus, kertas, botol yang masih memiliki nilai ekonomis. Dan kedepan baru pengolahan sampah organik. Sampah bisa diolah dan kita jadikan teman. Masyarakat juga nantinya akan terbantu," ucap Martono yang rumahnya dijadikan sekretariat Bank Sampah Gamprit. (Goeng)

ShareShare on FacebookPin on PinterestShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Tagged: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *