SMS CENTER 0812 9758 2662

Ramadhan Bulan Tarbiyah Keluarga

Moslem FamilyKekerasan pada anak masih sering kita saksikan di media massa. Pemberitaan kekerasan, penelantaran hingga pembunuhan terhadap anak masih menghiasi pemberitaan di media massa. Dua kasus aktual adalah warita Ananda Angelina dan penelantaran anak di Cibubur.

Rentetan kasus ini membuat hati kita miris. Kekerasan pada anak ini harus menjadi perhatian kita semua. Mulai dari kekerasan paling ringan hingga berujung pada maut. Kekerasan paling ‘ringan’ adalah ketika orang dewasa atau orang tua menghardik anak dengan memberinya label : bandel, bodoh dan lainnya.

Anak sejatinya adalah amanah dari Allah SWT yang senantiasa wajib kita jaga dan pelihara. Hal tersebut ditegaskan dalam Firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras; mereka tidak mendurhakai Allah atas apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim 66:6).

Rasulullah SAW juga mengingatkan ummatnya senantiasa bertanggungjawab pada anak dan keluarganya. “Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu bertanggung jawab terhadap kepemimpinannya. Kepala Negara adalah pemimpin dan ia bertanggung jawab terhadap nasib rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin di dalam rumah tangganya dan dia bertanggung jawab terhadap keluarganya. Seorang isteri adalah pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab terhadap rumah tangganya. Seorang pembantu adalah pemimpin atas harta benda majikannya dan ia bertanggung jawab terhadap kepemimpinannya.” (HR. Muttafaqun ‘Alaih).

Anak dalam makna amanah harus dijaga dan dipelihara sebagaimana dikehendaki sang pemberi amanah yaitu Allah SWT. Menjaga dan memelihara anak dengan memenuhi kebutuhan biologis agar anak tumbuh dengan raga yang sehat. Islam tidak hanya menghendaki dari sisi fisik namun juga spiritual, mental dan sosial harus terpenuhi dengan seimbang.

Pemenuhan kebutuhan anak secara seimbang menjadikan anak tumbuh dengan wajar dan baik sebagaimana dikehendaki Allah SWT. Fenomena meningkatnya problematika sosial pada anak tidak lepas dari pola asuh yang tidak seimbang. Belum lagi orang tua yang kurang memperhatian aspek pendidikan non materil seperti spiritual, mental dan sosial.

Sudah saatnya kita melakukan revitalisasi fungsi keluarga sebagai institusi pendidikan paling asasi. Keluarga harus menjadi motor utama dalam membentuk generasi ideal sebagaimana termaktub dalam Al Qur’an.

Dalam hal ini orang tua harus memiliki andil utama dalam membentuk keluarga sebagai tempat pembelajaran sekaligus pembinaan anak. Terutama aspek pembinaan spiritual, mental dan sosial.

Salah satu moment yang Allah berikan kepada kita untuk melaksanakan tarbiyah (pembinaan) adalah bulan Ramadhan atau sering disebut syahrut Tarbiyah (bulan pembinaan dan pendidikan). Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk melakukan revitalisasi fungsi keluarga sebagai madrasah utama bagi anak. Bulan Ramadhan ini harus kita desain sebagai bulan pembinaan keluarga (tarbiyah usrah). Ramadhan menyediakan berbagai menu tarbiyah untuk keluarga mulai dari puasa, sahur, tilawah, shalat tarwih, i’tikaf, zakat dan infaq.

Dengan doa, harapan serta tarbiyah untuk keluarga diharapkan selama Ramadhan ini akan lahir anak-anak dengan kepribadian islami yang utuh dan seimbang (Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah) yang siap menjawab tantangan zaman dengan segala problematika, ujian dan cobaannya.

Amat disayangkan bila bulan yang penuh kasih sayang ini tidak kita manfaatkan untuk membina keluarga. Semoga kita termasuk orang-orang beruntung yang telah menjadikan Ramadhan ini sebagai bulan pembinaan (Tarbiyah) keluarga.

ShareShare on FacebookPin on PinterestShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *