SMS CENTER 0812 9758 2662

Memberikan Anak-Anak Kita Alternatif

Ada hal yang sangat menarik ketika saya diberi kesempatan memberikan santunan pada anak yatim dalam rangkaian hari ulang tahun Kota Bekasi ke-20 beberapa waktu lalu. Acara yang bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Kota Bekasi dengan Pemerintah Kota Bekasi itu, untuk memberikan santunan kepada ratusan anak yatim. Hal yang menarik perhatian saya ketika menanyakan kepada salah seorang anak yatim yang duduk di TK B.

Saya menanyakan kepada anak itu, “Apa cita-citamu nak nanti kalau sudah besar?,” tanya saya pada anak itu. Dengan tegas dia menjawab, "Mau menjadi pembalap," jawab anak itu dengan tegas tanpa ragu.

Saya pun terkesima, dengan jawaban tegas sang anak. Jawaban yang tanpa ragu dan memikirkan lebih dulu. Nampaknya, cita-cita itu sudah terbangun di alam bawah sadarnya. Pilihan cita-citanya pun tak konvensional semacam jadi dokter, guru, tentara atau arsitek. Patut diapresiasi anak-anak sekarang memiliki semacam “independensi” dalam menentukan cita-cita. Model cita-cita anak-anak kita, semacam bidang seni dan olah raga sangatlah jarang.

Tentu tak lepas dari pola pendidikan kita selama ini. Bahkan anak-anak kita jarang diarahkan untuk memiliki cita-cita sebagai pedagang. Padahal, pedagang atau saudagar lah yang menguasai negeri ini. Dalam agama juga dijelaskan jika sumber rezeki itu paling banyak di bidang perniagaan. Rasulullah SAW sendiri adalah seorang saudagar yang sukses. Bahkan 9 dari sahabat yang dijamin masuk syurga adalah saudagar atau pengusaha sukses.

Belum lama ini, saya mengantarkan istri ke bandara melewati jalan Ahmad Yani. Saya menemui jalan utama Kota Bekasi itu masih saja digunakan track balap liar oleh kaum anak muda. Yang ikut pun cukup banyak. Meski sudah sering dilakukan penertiban oleh pihak Kepolisian, Satpol PP dan personil Dinas Perhubungan.

Alhamdulillah, pada malam itu ada razia dari Polres sehingga balapan liar yang membahayakan itu pun bubar.

Sebenarnya untuk menyalurkan hobi balap anak-anak muda Bekasi sudah tersedia penyalurannya. Bahkan event yang memperlombakannya pun juga sudah ada. Salah satu bentuk penyaluran penyelenggaraan balap mini GP 2016. Memang kapasitas mesinnya masih rendah, tetapi ternyata peminatnya sangat banyak. Event ini merupakan event pertama yang dilakukan di Kota Bekasi.

Meskipun event ini pertama dilakukan di Kota Bekasi, Event Mini GP tahun 2016 yang dilaksanakan di rooftop REVO Town Mall ternyata peminatnya sangat membludak, bahkan ada yang berasal dari daerah lain.

Semoga, event ke depan akan betul-betul menjadi ajang penyaluran bakat bagi anak-anak muda Kota Bekasi. Event seperti itu bisa dijadikan sebagai ajang mengasah kemampuan anak-anak kita. Sehingga energi dan potensi jiwa muda mereka tersalurkan pada media dan sasaran yang positif.

Dan tugas orang tua sejatinya tidak lagi sekadar memberikan arahan semata, tetapi memberikan berbagai alternatif pilihan dan memfasilitasi anak. Biarkan mereka yang menentukan pilihan yang menurut mereka baik dan sesuai dengan potensi mereka. Jangan sampai arahan yang kita berikan pada anak menjadi tidak kreatif, tidak percaya diri dan tidak bisa mengambil keputusan secara mandiri.

Maka, biarkanlah anak-anak kita tumbuh dengan mandiri dan berkarakter dengan alternatif pilihan pengembangan diri dan penyaluran bakat yang kita sediakan.

ShareShare on FacebookPin on PinterestShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Tagged: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *