SMS CENTER 0812 9758 2662

Ramadhan, Harmoni dan Kebersamaan

Akhir-akhir ini kebersamaan dan keutuhan kita sebagai bangsa sedikit terusik oleh perbedaan pandangan politik dalam konteks pemilihan kepala daerah. Seharusnya, ketegangan yang tak perlu itu tidak semestinya terjadi. Mengingat bangsa kita sudah cukup matang dalam perbedaan pandangan politik. Dalam sejarah kita berdemokrasi, sejak bergulirnya reformasi, pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah berlangsung aman dan tertib. Kita bisa menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia termasuk big four Negara demokrasi.

Terjadinya gesekan pada saat kontestasi politik hal yang lumrah. Ini suatu hal tak bisa dihindari oleh siapa pun. Dan patut kita syukuri Pilkada gelombang kedua berjalan lancar dan aman. Semoga pada pelaksanaan Pilkada gelombang ketiga berlangsung damai, lancar dan membawa hasil yang bermanfaat bagi rakyat.

Seiring dengan berjalannya waktu kita akan bisa melewatinya. Kita harus menatap jauh kedepan. Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi kewajiban kita bersama. Tidak ada perdebatan lagi soal NKRI. Ini sudah final. Sebagai generasi penerus, sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga keutuhan NKRI dari Sabang hingga Merauke, Miangas sampai Rote. Warisan dari leluhur pejuang bangsa yang harus kita jaga dan sejahterahkan.

Dengan kehadiran Ramadhan 1438 Hijriyah yang sudah di depan mata akan menjadi obat dari semua luka. Kehadirannya amat sangat tepat dengan kondisi psikologis bangsa kita saat ini. Seolah menjadi obat dahaga di tengah Sahara. Penyejuk hati yang sempat terbakar oleh amarah.

Inilah Ramadhan yang dalam hitungan hari kita akan menggapainya. Bulan yang ditunggu-tunggu oleh orang-orang mukmin. Bulan yang selalu dirindukan. Dan bersedih tatkala ditinggal oleh Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Mas’ud Al-Ghifari: “Kalau hamba-hamba Allah SWT mengetahui balasan dan keutamaan Ramadhan, maka umatku pasti akan berharap agar sepanjang tahun menjadi Ramdahan”. (HR. Tabrani, Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi).

Wajar bila Rasulullah SAW sangat berharap sepanjang tahun adalah Bulan Ramadhan karena didalamnya semua kebaikan. Yang ada hanyalah keberkahan dan keutamaan. Dan hanya orang-orang mukmin yang menginginkannya. Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan; “Setiap amal yang dilakukan anak Adam akan dilipatgandakan. Satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Lalu Allah Azza wa Jalla berfirman, “Kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah yang memberi ganjarannya. Orang yang berpuasa meninggalkan syahwat dan makannya demi Aku semata.”

Keberkahan Ramadhan lainnya, di bulan ini jiwa dan ruhani kita dibina dan digembleng oleh Allah SWT menjadi insan kamil. Jiwa yang memiliki sifat penyabar. Bersabar dari orang-orang yang berlaku bakhil. Menjaga diri untuk tidak berbuat hal-hal yang merusak diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Dan yang ada di bulan ini, kebaikan berlipat. Jiwa dan raga dimudahkan dalam kebaikan dan kepedulian.

Inilah Ramadhan yang Allah SWT hadangkan pada kita. Mari bersemangat menikmati semua menu yang tersedia. Menu Ramadhan itu ada sahur, puasa, berbuka, shalat tarwih, tilawah, infaq dan sedekah. Semua menu itu bergizi untuk kesehatan jiwa kita yang belakangan ini sakit karena silang sengketa.

Semoga dengan hadirnya Ramadhan jiwa kita semakin lapang. Saling memaafkan sesama saudara seiman dan sesama anak bangsa. Masa yang lalu biarlah jadi pembelajaran bagi kita untuk lebih arif dalam menyikapi perbedaan. Dan menjadikan harmoni dan kebersamaan sebagai hal yang utama. Bukankah hidup dalam harmoni dan kebersamaan menjadi harapan kita bersama. Dan tak ada manfaat yang kita tuai dari silang sengketa.

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan, baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan orang. Allah menyukai orang-orang yg berbuat kebajikan.(Al Qur’an. Ali Imran: 132-133).

Marhaban ya Ramadhan, Ya Allah, jadikanlah bulan ini sebagai pemersatu bagi kami sebagai sesama saudara seiman dan sesama anak bangsa. Sungguh kami mencintai negeri ini tetap tegak berdiri. Negeri yang aman, damai, harmoni dan penuh kebahagiaan. Persatukanlah hati kami dalam ikatan cinta pada-Mu.

ShareShare on FacebookPin on PinterestShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Tagged: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *