Catatan Harian: Penanganan Banjir Ibukota di Hulu

Sekitar tujuh tahun lalu, di Bendungan Katulampa Bogor, saat menjadi Wakil Walikota Bekasi, saya menghadiri pertemuan dengan Gubernur DKI (Jokowi), Gubernur Jawa Barat (Ahmad Heryawan), Bupati Bogor (Rahmat Yasin) dan Walikota Bogor (Bima Arya). Dihadiri juga oleh para pejabat Kementerian PUPR.

Kami membahas bagaimana mengatasi banjir Ibukota. Salah satu kesimpulannya adalah pembuatan bendungan di Ciawi dan sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur.

Tujuh tahun kemudian, tepatnya Kamis (23/1/20), saya bersama teman-teman Komisi V DPR RI melakukan kunjungan spesifik secara langsung ke Bendungan Ciawi Bogor untuk melihat perkembangan pembangunan bendungan tersebut.
Bendungan dengan luas genangan 39,4 hektar ini memiliki kapasitas tampung 6,05 juta meter kubik.

Pada saat kunjungan, progress pekerjaan konstruksi di lapangan baru mencapai 43,97 persen. Bendungan dengan biaya konstruksi hampir 800 milyar ini insya Allah akan selesai dan bisa dimanfaatkan pada tahun 2021.

Sayangnya, Bendungan Ciawi ini hanya untuk satu manfaat, yaitu mereduksi banjir 111,75 m³ per detik. Tidak digunakan untuk irigasi, sebagai air baku maupun sebagai penghasil energi listrik. Padahal warga di sekitar bendungan berharap pemerintah menyiapkan air bersih untuk warga.

Lebih ke arah hulu Sungai Ciliwung, dibangun juga Bendungan Sukamahi dengan luas genangan 5,25 hektar yang akan mereduksi banjir 15,47 m³ per detik. Bendungan Sukamahi dengan biaya konstruksi 453 milyar lebih ini progressnya baru mencapai 37 persen.

Semoga dengan selesainya dua bendungan ini mampu mereduksi 127,22 m³ dan mampu mengurangi banjir ibukota.

Dibutuhkan kerjasama semua pihak agar banjir di ibukota dapat teratasi. Bukan saling mencari-cari alasan dan kesalahan.

Leave a Comment