Dirgahayu Ke-23 Kota Bekasi

Alhamdulillahi Rabbil alamin, saat ini saya diamanahi sebagai Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat VII yang meliputi Kabupaten Bekasi, Karawang dan Purwakarta. Tapi, ada ikatan emosional dan sejarah teramat kuat antara saya dengan Kota Bekasi yang berulang tahun ke-23.

Saya lama menetap di Kota Kota Bekasi, hingga kini. Karir politik saya juga bermula di sini. Dari mulai menjadi anggota DPRD Kota Bekasi pada 2004-2009, menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat mewakili Kota fan Kabupaten Bekasi, hingga menjadi Wakil Walikota periode 2013-2018. Saya juga banyak mengenal dan bersahabat dengan tokoh-tokoh Bekasi dari berbagai kalangan. Itulah mengapa saya menyebut ada ikatan emosional dan sejarah teramat kuat.

Tersebab itu, apapun yang terjadi di Kota Bekasi selalu menjadi perhatian saya. Semacam ada panggilan jiwa untuk terus berkonstribusi. Untuk terus berkhidmat kepada masyarakat Kota Bekasi.

Karena itu pula, ketika muncul meme tentang Bekasi, saya ikut merasa gelisah. Misal: Bekasi itu ada di planet lain, atau : kalau Ke Bekasi harus pakai paspor. Terakhir: kalau kendaraan kita sudah bertemu jalan berlubang, itu menandakan kita sudah sampai Bekasi.

Jujur, perasaan saya campur aduk. Miris, sedih dan gelisah. Bully-an semacam itu sesuatu yang tidak sepantasnya.

Saat itu, sebagai Wakil Walikota Bekasi, saya sering mengajak seluruh pihak agar tidak merasa minder menjadi warga Bekasi tetapi justru harus lebih semangat membangun Bekasi. Saya sering ungkapkan melalui pantun “nasi kebuli sangatlah nikmat. Walau di bully tetap semangat”.

Di usianya yang ke-23, harus diakui Kota Bekasi sudah mengalami perkembangan pesat. Dari sisi fisik maupun non fisik. Dari sudut pandang material maupun non material, yang menjadi kebanggaan kita semua, di antaranya Stadion Patriot Chandragaba di pusat kota.

Kalaulah di sana sini masih ada kekurangan, tugas kita semualah untuk bergandengan tangan dalam menyempurnakan membangun Bekasi yang lebih baik. Tunjukkan bahwa Kota Bekasi terus dan akan terus berbenah menjadi kota yang pemerintahan cakap, berwibawa dan bersih dari korupsi.

Pastinya tak mudah. Pengalaman saya selama menjadi wakil walikota, mewujudkan Kota Bekasi yang good and clean governance tak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh komitmen dan kemauan semua pihak. Utamanya para pemimpin.

Berikan teladan. Tunjukkan bahwa kita sebagai pemimpin memiliki tekad kuat. Dan itu tercermin dari kebijakan yang diambil.

Saya yakin, kita semua bisa mewujudkannya. Mimpi kita menjadikan Kota Bekasi yang Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera dan Ihsan akan tercapai dengan sinergi semua pihak. Antara Umaro (pemimpin), ulama dan tokoh agama, tokoh masyarakat, profesional di semua sektor, pengusaha, dan tentunya masyarakat Kota Bekasi.

Dirgahayu Ke-23 Kota Bekasi.

Leave a Comment