Allah Yang Mempertemukan

Suatu hari, saya meminta Ustadz Eka Hardiana untuk merancang silaturahim kepada ulama-ulama di Kabupaten Karawang. Sebab mereka adalah sosok-sosok yang patut dihormati dan diteladani.

Diajaklah saya ke seorang ulama di Telukjambe Barat Karawang. Namanya KH. Yusuf, pimpinan Pondok Pesantren Tarbiyyatul Falah. Saya, Ustadz Eka, Ketua DPD PKS Karawang, Dedi Sudrajat dan rombongan disambut oleh KH. Yusuf. Beliau didampingi oleh tiga orang muridnya. Menyambut kami dengan sangat hangat dan penuh kekeluargaan.

Kami dijamu dengan kudapan tradisional yang khas, yakni ulen dan papais yang masih hangat. Sambil mengobrol membicarakan banyak hal, saya merasakan begitu nikmat kudapan tersebut, sehingga tak terasa saya menambah kembali kudapan ulen yang disajikan.

Menjelang saya pamit, KH. Yusuf bercerita, betapa sudah sangat lama beliau ingin bertemu dengan saya. Hanya saja sayang, belum ada kesempatan untuk bertemu. Selama ini beliau sekadar melihat foto saya saja saat Pilkada Jawa Barat. Beliau sempat terpikir untuk betsilaturahim ke tempat tinggal saya di Bekasi.

Beliau menceritakan kisah pembuat Roti dengan mata yang berkaca-kaca. Saat ada seorang musafir yang tidur di masjid dan diusir oleh pengurus masjid, pembuat roti ini mengajak musafir itu untuk tidur menginap di rumahnya. Sebelum beristirahat, musafir ini memperhatikan apa yang dilakukan oleh pembuat roti saat ia membuat roti-rotinya di malam hari. Rupanya dari mulut pembuat roti itu terlontar kalimat dzikir “Subhanallah wa bihamdihi subhanallah al-adzim astaghfirullah”.

Musafir itu mengatakan kepada pembuat roti, apa yang kamu lakukan dengan bacaan dzikir tersebut. Pembuat roti itu menjawab “Allah mengabulkan segala permintaan saya melalui dzikir ini, kecuali satu hal, bertemu dengan Imam Ahmad bin Hanbal”

Musafir itu pun terkejut. Lalu memperkenalkan bahwa dirinya adalah Ahmad bin Hanbal. Pembuat roti lebih terkejut lagi bercampur bahagia, Allah telah mengabulkan dirinya bisa bertemu secara langsung dengan Imam Ahmad bin Hanbal yang sangat ia kagumi. Keduanya penuh bahagia telah dipertemukan oleh Allah SWT, dari yang tadinya tidak saling mengenal sama sekali.

Ya Allah, Engkaulah yang telah mempertemukan KH. Yusuf dengan saya, kekalkanlah persaudaraan di antara kami, bukan hanya di dunia tapi antarkan hingga persaudaraan abadi di dalam surga-Mu. Aamiin…

Leave a Comment