SMS CENTER 0812 9758 2662

Category Archives: Catatan Harian

Jun
07

No Comment

Jurnalis Bekasi Mengaji

Membangun sebuah kota tidak bisa sendirian. Semua pihak harus dilibatkan. Itu yang menjadi keyakinan kami dalam menjalankan pemerintahan Kota Bekasi. Saya dan Pak Walikota Bekasi Rahmat Eaffendi selalu mengingatkan hal ini pada aparatur pemerintah daerah agar  melibatkan publik dalam proses pembangunan.

May
24

No Comment

Ramadhan, Harmoni dan Kebersamaan

Akhir-akhir ini kebersamaan dan keutuhan kita sebagai bangsa sedikit terusik oleh perbedaan pandangan politik dalam konteks pemilihan kepala daerah. Seharusnya, ketegangan yang tak perlu itu tidak semestinya terjadi. Mengingat bangsa kita sudah cukup matang dalam perbedaan pandangan politik. Dalam sejarah kita berdemokrasi, sejak bergulirnya reformasi, pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah berlangsung aman dan tertib. Kita bisa menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia termasuk big four Negara demokrasi.

Terjadinya gesekan pada saat kontestasi politik hal yang lumrah. Ini suatu hal tak bisa dihindari oleh siapa pun. Dan patut kita syukuri Pilkada gelombang kedua berjalan lancar dan aman. Semoga pada pelaksanaan Pilkada gelombang ketiga berlangsung damai, lancar dan membawa hasil yang bermanfaat bagi rakyat.

Seiring dengan berjalannya waktu kita akan bisa melewatinya. Kita harus menatap jauh kedepan. Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi kewajiban kita bersama. Tidak ada perdebatan lagi soal NKRI. Ini sudah final. Sebagai generasi penerus, sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga keutuhan NKRI dari Sabang hingga Merauke, Miangas sampai Rote. Warisan dari leluhur pejuang bangsa yang harus kita jaga dan sejahterahkan.

Dengan kehadiran Ramadhan 1438 Hijriyah yang sudah di depan mata akan menjadi obat dari semua luka. Kehadirannya amat sangat tepat dengan kondisi psikologis bangsa kita saat ini. Seolah menjadi obat dahaga di tengah Sahara. Penyejuk hati yang sempat terbakar oleh amarah.

Inilah Ramadhan yang dalam hitungan hari kita akan menggapainya. Bulan yang ditunggu-tunggu oleh orang-orang mukmin. Bulan yang selalu dirindukan. Dan bersedih tatkala ditinggal oleh Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Mas’ud Al-Ghifari: “Kalau hamba-hamba Allah SWT mengetahui balasan dan keutamaan Ramadhan, maka umatku pasti akan berharap agar sepanjang tahun menjadi Ramdahan”. (HR. Tabrani, Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi).

Wajar bila Rasulullah SAW sangat berharap sepanjang tahun adalah Bulan Ramadhan karena didalamnya semua kebaikan. Yang ada hanyalah keberkahan dan keutamaan. Dan hanya orang-orang mukmin yang menginginkannya. Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan; “Setiap amal yang dilakukan anak Adam akan dilipatgandakan. Satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Lalu Allah Azza wa Jalla berfirman, “Kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah yang memberi ganjarannya. Orang yang berpuasa meninggalkan syahwat dan makannya demi Aku semata.”

Keberkahan Ramadhan lainnya, di bulan ini jiwa dan ruhani kita dibina dan digembleng oleh Allah SWT menjadi insan kamil. Jiwa yang memiliki sifat penyabar. Bersabar dari orang-orang yang berlaku bakhil. Menjaga diri untuk tidak berbuat hal-hal yang merusak diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Dan yang ada di bulan ini, kebaikan berlipat. Jiwa dan raga dimudahkan dalam kebaikan dan kepedulian.

Inilah Ramadhan yang Allah SWT hadangkan pada kita. Mari bersemangat menikmati semua menu yang tersedia. Menu Ramadhan itu ada sahur, puasa, berbuka, shalat tarwih, tilawah, infaq dan sedekah. Semua menu itu bergizi untuk kesehatan jiwa kita yang belakangan ini sakit karena silang sengketa.

Semoga dengan hadirnya Ramadhan jiwa kita semakin lapang. Saling memaafkan sesama saudara seiman dan sesama anak bangsa. Masa yang lalu biarlah jadi pembelajaran bagi kita untuk lebih arif dalam menyikapi perbedaan. Dan menjadikan harmoni dan kebersamaan sebagai hal yang utama. Bukankah hidup dalam harmoni dan kebersamaan menjadi harapan kita bersama. Dan tak ada manfaat yang kita tuai dari silang sengketa.

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan, baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan orang. Allah menyukai orang-orang yg berbuat kebajikan.(Al Qur’an. Ali Imran: 132-133).

Marhaban ya Ramadhan, Ya Allah, jadikanlah bulan ini sebagai pemersatu bagi kami sebagai sesama saudara seiman dan sesama anak bangsa. Sungguh kami mencintai negeri ini tetap tegak berdiri. Negeri yang aman, damai, harmoni dan penuh kebahagiaan. Persatukanlah hati kami dalam ikatan cinta pada-Mu.

Apr
12

No Comment

Memberikan Anak-Anak Kita Alternatif

Ada hal yang sangat menarik ketika saya diberi kesempatan memberikan santunan pada anak yatim dalam rangkaian hari ulang tahun Kota Bekasi ke-20 beberapa waktu lalu. Acara yang bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Kota Bekasi dengan Pemerintah Kota Bekasi itu, untuk memberikan santunan kepada ratusan anak yatim. Hal yang menarik perhatian saya ketika menanyakan kepada salah seorang anak yatim yang duduk di TK B.

Mar
26

No Comment

SIRINE, Cara Mudah Cari Informasi Ruang Rawat Inap dan ICU

Dua puluh tahun Kota Bekasi terus bergiat dan berupaya untuk maju dan berkembang. Berbagai program pembangunan dan pelayanan umum terus diperbaiki. Secara bertahap namun pasti, Kota Bekasi terus bekerja keras meningkatkan kualitas hidup warganya melalui program di bidang sumber daya manusia, pendidikan, budaya, kesehatan, infrastruktur dan lingkungan.

Oct
14

No Comment

Menangkap Api Hijrah

Shuhaib Ar-Rumi, sosok berkesan dalam peristiwa hijrah kaum muslimin dari Makkah menuju Madinah. Ia tak masyhur Abu Bakar yang secara khusus menemani Rasulullah dalam peristiwa amat penting dalam sejarah peradaban Islam, periswa Hijrah.

Ia tak seberani Ali bin Abu Thalib yang dengan berani menggantikan Rasulullah di tempat tidur Nabi untuk mengelabui kafir Quraisy. Sebuah kepasrahan dan keyakinan akan kekuasaan Allah SWT. Ialah Ali ra, sosok yang tak diragukan lagi keimanannya pada Allah SWT dan Kenabian Muhammad SAW.

Tak bisa juga ia disandingkan dengan keperwiraan Umar bin Khattab yang dengan terang-terangan keluar siang hari seraya mengumumkan akan pergi berhijrah. “Siapa di antara kalian yang bersedia berpisah dengan ibunya, silakan hadang aku besok di lembah anu, besok pagi saya akan hijrah.” seru Umar. Ia pun berhijrah ke Madinah tanpa ada yang berani menghalangi.

Ketika perintah Hijrah keluar, Shuhaib Ar-Rumi menyambut perintah tersebut dengan bergegas diri menuju kota yang menjanjikan harapan untuk bebas dalam menjalankan syariat Allah SWT. Ia berangkat sendirian menuju Madinah. Sama dengan kaum muslimin yang lain, ia mendapat intimidasi dan tindak kekerasan dari kafir Quraisy.

Kaum kafir Quraisy menghalangi hijrah Shuhaib Ar-Rumi, seraya berkata “Engkau datang kepada kami dalam keadaan miskin. Kemudian hartamu bertambah banyak ketika bersama kami. Sekarang engkau ingin pergi dengan membawa hartamu. Demi Allah, itu tidak akan bisa terjadi!”.

Shuhaib membalas umpatan kafir Quraisy itu, “Bagaimana pendapat kalian jika aku memberikan seluruh hartaku kepada kalian? Apakah kalian akan membiarkan aku pergi?”

Mereka menjawab, “Ya”. Ia pun berkata, ‘Galilah di depan pintu (rumah)-ku. Di bawahnya terdapat beberapa uqiyah emas’. Shuhaib pun meninggalkan semua hartanya dengan ikhlas dan ridho demi mempertahankan keyakinannya yang suci.

Ketika Rasulullah mendengar apa yang dialami dan diperbuat Shuhaib, Nabi berkata sambil memuji apa yang dilakukan Shuhaib, “Beruntunglah Shuhaib, beruntunglah Shuhaib!!.” Kemudian Nabi membaca ayat Al Quran ‘Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah, dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” (QS: Al-Baqarah ayat 207).

Inilah Shuhaib yang dengan tulus berkorban meninggalkan harta yang telah ia usahakan demi menyelamatkan keimanannya. Hijrah Shuhaib ini menuntut pengorbanan. Dan Shuhaib telah mengorbankan apa yang ia miliki.

Peristiwa Hijrah memberikan kita banyak hikmah dan pelajaran. Ada banyak hal yang bisa kita petik dari peristiwa abadi dalam sejarah peradaban Islam itu. Peristiwa yang tak akan pernah terlupakan oleh orang-orang yang mengakui kebenaran Nabi Muhammad dan Keesaan Allah SWT.

Alangkah bijaknya jika kita mampu menangkap api (semangat) dari hijrah Rasulullah bersama ummatnya. Pengorbanan, ya.. kerelaan untuk berkorban, inilah salah satu api Hijrah Rasulullah.

Semangat berkorban menjadi bahan bakar dalam berkhidmat untuk agama, rakyat dan negara. Inilah pesan yang bisa kita renungkan di tahun baru Hijriyah ini. Menangkap Api Hijrah, Semangat dan kerelaan untuk berkorban. Sebuah khidmat akan menuntut pengorbanan. Dan tiada pengorbanan tanpa keikhlasan. Wallahualam.

Sep
03

No Comment

Inspirasi Kerelawanan OI Bekasi

IMG_2033Sejatinya setiap individu memiliki potensi untuk melakukan sesuatu untuk kebaikan bersama. Entah, aksi dalam lingkup RT/RW maupun level kota. Setiap warga bisa memberikan kontribusi dalam perbaikan lingkungan masing-masing.

Dengan potensi masing-masing, setiap kita bisa memberikan sumbangsih untuk lingkungan sekitar atau pada masyarakat Kota Bekasi secara umum. Setiap orang memiliki kemampuan dan kelebihan masing-masing yang bisa didarma bhaktikan pada kemajuan Kota Bekasi.

Bagi yang ekspert pada bidang tertentu sangat diharapkan masukan dan ide-idenya dalam perbaikan Kota Bekasi. Poinnya, apa yang kita miliki saat ini bisa kita berikan untuk kemajuan Kota Bekasi.

Menurut penulis, setiap warga Kota Bekasi bisa menjadi relawan untuk memajukan

Aug
07

No Comment

Tepa Selira Untuk Keberagaman

tokoh-lintas-agama-bekasi-55c0767faa23bd4d0712f93bPerkembangan serta pertumbuhan Kota Bekasi yang kian cepat membawa ekses pada heterogenitas warga. Sebagai kota perdagangan, jasa dan industri, Kota Bekasi menjadi tujuan urbanisasi berbagai daerah di Indonesia. Semua etnis, agama dan budaya terdapat di Kota Bekasi.
Kota Bekasi yang ada saat ini memiliki identitas baru, sebagai kota metropolitan yang heterogen. Latar belakang budaya, etnis dan agama memiliki potensi positif bila dikelola dengan baik. Namun sebaliknya akan menjadi potensi konflik sosial bila gagal dalam mengelolanya. Perbedaan akan menjadi mozaik yang indah jika dikelola dengan baik.
Pemerintah Kota Bekasi bersama stakeholder yang ada, selalu berupaya agar heterogenitas ini bisa dikelola untuk kebaikan bersama. Berbagai upaya dilakukan, terutama menjaga komunikasi lintas komponen masyarakat.
Memanfaatkan momentum lebaran, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah bersama Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) menggelar silaturrahim dengan berbagai komponen masyarakat.

Jul
30

No Comment

Atasi Persoalan Sampah Perlu Pupuk Kebersamaan

DSC_0131Pagi ini (Rabu 29/7), saya mewakili Walikota Bekasi menghadiri Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi dalam mewujudkan Adipura 2015-2016 di Kecamatan Pondok Melati. Alhamdulillah acara dihadiri oleh berbagai stakeholder Kota Bekasi, ada pemuka agama, para ketua RW, tokoh masyarakat, pihak pengembang perumahan, aktivis lingkungan, TNI dan Polri serta para pemangku jabatan di lingkungan pemerintah Kota Bekasi.

Secara keseluruhan, acara berjalan dengan lancar. Yang membuat saya bangga, antusiasme yang hadir dengan menyodorkan berbagai solusi yang riil untuk mendapatkan Adipura 2015 – 2016. Tentu hal ini menjadi modal utama untuk meraih Adipura yang dicita-citakan.

Pak Hidayat, pemilik usaha MITRAN, yang selama ini sudah berhasil mengurangi sampah di lingkungan dan membuat mesin-mesin pencacah sampah sendiri, mengusulkan agar dibuatkan biokomposting di setiap rumah atau lingkungan. Pembuatan biokomposting dilakukan sangat sederhana dengan membuat tiga buah lobang. Untuk setiap lobang diisi dengan sampah-sampah organik dari rumah tangga. Jika satu lobang sudah penuh,

Jul
05

No Comment

Ramadhan Bulan Tarbiyah Keluarga

Moslem FamilyKekerasan pada anak masih sering kita saksikan di media massa. Pemberitaan kekerasan, penelantaran hingga pembunuhan terhadap anak masih menghiasi pemberitaan di media massa. Dua kasus aktual adalah warita Ananda Angelina dan penelantaran anak di Cibubur.

Rentetan kasus ini membuat hati kita miris. Kekerasan pada anak ini harus menjadi perhatian kita semua. Mulai dari kekerasan paling ringan hingga berujung pada maut. Kekerasan paling ‘ringan’ adalah ketika orang dewasa atau orang tua menghardik anak dengan memberinya label : bandel, bodoh dan lainnya.

Anak sejatinya adalah amanah dari Allah SWT yang senantiasa wajib kita jaga dan pelihara. Hal tersebut ditegaskan dalam Firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras; mereka tidak mendurhakai Allah atas apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim 66:6).

Nov
13

No Comment

Mengenang Patriotik Bekasi Lewat Puisi Darmawijaya

Darmawijaya dalam ejaan lama Darmawidjaja, seorang wartawan, guru sekaligus sastrawan. Sebagai seorang sastrawan ia pernah bekerja di majalah kebudayaan era revolusi kemerdekaan, Majalah Poedjangga Baroe. Karirnya sebagai pengarang dilanjutkan di Penerbit Balai Pustaka. Sedangkan aktivitas keguruan ia lakoni di Perguruan Taman Siswa Jakarta. Sedangkan karir jurnalisnya ia tekuni di Harian Asia Raya.

Di kalangan awam, Darmawijawa tidak sepopuler pujangga ternama seperti Chairil Anwar, Amir Hamzah, HB Jassin, Sutan Takdir Ali Syahbana dan yang lainnya. Meski tidak setenar pujangga tersebut, sosok Darmawijaya memiliki kedekatan hati dan historis dengan masyarakat Bekasi

Setiap kali kita berbicara sejarah Bekasi, puisi Darmawijaya wajib kita kutip. Pujangga kelahiran Tanjungkarang 10 Oktober 1910 ini mengabarkan kondisi Bekasi ketika aksi pembebasan tentara sekutu yang ditawan pejuang Bekasi. Lewat puisi berujudul “Kami