SMS CENTER 0812 9758 2662

Category Archives: Catatan Harian

Jun
25

No Comment

Keluarga Pondasi Peradaban

Keluarga, institusi paling kecil dalam masyarakat kita. Namun ia paling sakral. Keluarga sakral bukan saja dalam kultur ketimuran kita. Keluarga juga menjadi sangat saklar menurut agama.

Keluarga jadi pondasi dalam berbangsa dan bernegara. Sebagai pondasi, berbangsa, keluarga memiliki andil besar dalam membentuk sebuah peradaban. Ketika dua insan mengikat janji suci, itu berarti ia sedang meretas jalan menuju sebuah peradaban.

Anak-anak yang lahir dari ikatan suci itu akan melanjutkan cita-cita atau visi orangtuanya. Idealnya seperti itu, tapi sering juga tidak tercapai karena orangtua tidak paham hakikat berkeluarga. Tidak sedikit yang beranggapan pernikahan hanya untuk melegalkan hasrat bilogis.

Sejatinya orangtua memahami mereka sedang mempersiapkan anak-anak/motor peradaban. Sangat disayangkan jika "Keluarga" kita fahami hanya untuk memenuhi hasrat pria dan wanita.

Saat ini ada banyak tantangan keluarga sebagai pondasi berbangsa dan bernegara. Ada banyak persoalan yang bisa kita selesaikan dengan memulai dari institusi keluarga.

Kesempatan kali ini saya menyampaikan 2 tantangan keluarga. Pertama: kekerasan seksual pada anak. Kita sebagai orang tua, patut prihatin dan orang yang paling bertanggung jawab. Apapun alasannya para orang tua telah lalai. Semoga Allah mengampuni kita atas kelalaian tersebut.

Dari banyak kasus yang ada. Kekerasan seksual itu terjadi karena perhatian yang sangat kurang terhadap anak dalam banyak kasus anak yang jadi korban berasal dari anak yang tingkat perhatian orang tua-nya kecil. Banyak yang mengira jika perhatian dengan memenuhi kebutuhan ekonomis selesai. Tidak!

Kedua, Cinta. Persoalan cinta dan kasih sayang yang semakin luntur karena rutinitas dan persoalan hidup. Kita perlu menata ulang institusi keluarga dengan buliran cinta. Keluarga tanpa Cinta hambar. Karena keluarga yang mengalir cinta di dalamnya: ada kedamaian/tentram "Sakinah" Keluarga yang damai akan lahirkan negara yang damai.

 

*Kultwit Ahmad Syaikhu, Rabu (25/6/2014)

Meluruskan Rumor Aksi Geng Motor di Bekasi

Setelah peristiwa kekerasan anak di Pondok melati terjadi, saya sering mendapat pertanyaan dari masyarakat baik langsung maupun lewat media sosial dan pesan singkat. Ada beberapa informasi yang tidak benar dan perlu diluruskan agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Setelah pihak Kepolisian Pondok Gede menangkap 11 pelaku yang diduga melakukan kekerasan itu, saya langsung menemui mereka karena mayoritas mereka masih di bawah umur.

Bagaimana pun mereka tidak bisa disamakan dengan pelaku kejahatan lainnya melihat usia mereka yang masih di bawah umur. Mereka memang diduga kuat sebagai pelaku tapi pada saat yang bersamaan mereka adalah korban dari kurang perhatian dan bimbingan orang tua dan lingkungan.

Hampir satu jam saya berbicara dengan anak-anak itu di Kantor Polsek Pondok Gede. Saya berusaha memposisikan diri sebagai ayah untuk mereka. Saya melakukan dialog dengan mereka layaknya ayah dengan anaknya. Saya ingin mendengar apa yang sesungguhnya terjadi. Apa yang memotivasi mereka hingga melakukan hal itu.

Satu persatu dari mereka bercerita tentang kronologi peristiwa itu. Mereka juga bercerita ada apa dengan dirinya dan keadaannya di rumah. Saya mendengarkan satu persatu mereka bertutur. Bahkan di antara mereka ada yang menangis karena merasa menyesal melakukan perbuatan itu. Yang jelas mereka tidak memiliki riwayat kriminal.

Saya katakan pada mereka setiap perbuatan harus berani menanggung resikonya. Karena setiap pilihan ada resikonya. Dan kepada anak-anak itu saya ingatkan setiap kita pasti pernah melakukan kesalahan. Dan orang yang sportif adalah berani mengakui kesalahan dan berjanji tidak melakukan kesalahan yang sama. Saya tegaskan, saat ini yang harus dilakukan adalah berjanji dalam hati untuk tidak melakukan tindak seperti itu lagi. Karena mereka masih punya masa depan. Harus bangkit!

Karena saya meyakini mereka bukan hanya pelaku tapi pada saat yang bersamaan adalah korban maka harus diberikan juga haknya sebagai anak yang telah diatur oleh undang-undang. Usia mereka masih belia, belum terlambat untuk berubah. Jika dibimbing saya yakin mereka masih bisa hidup sebagai warga negara yang baik dan bermanfaat untuk sesama.

Dari pertemuan saya dengan anak-anak itu, melalui artikel ini perlu diluruskan beberapa hal. Pertama, tidak benar jika anak-anak itu geng motor seperti yang tersebar di masyarakat. Mereka anak-anak sepermainan. Yang mendorong mereka melakukan kekerasan itu karena solidaritas pertemanan. Kembali saya tegaskan, Tidak Ada Geng Motor Yang Beraksi di Bekasi. Kalau pun ada informasi yang mengatakan demikian informasi itu tidak benar. Saya sudah temui anak-anak yang menjadi pelaku dan informasi dari pihak kepolisian sendiri. Kedua, isu mereka kebal senjata, hal itu tidak benar.

Dari dialog saya dengan anak-anak tersebut, saya ingin mengingatkan kita bahwa perhatian dan bimbingan orang tua pada anak itu paling utama. Nilai pendidikan tertinggi adalah perhatian dan bimbingan orang tua pada anak. Orang tua tidak boleh lelah dan lengah dalam membimbing anak. Apalagi usia pelaku yang sedang mencari identias diri. Orang tua harus berada pada garda terdepan dalam membimbing anak-anaknya. Sejatinya orang tua yang lebih paham dengan karakter dan tingkah polah anak mereka.

Kepada masyarakat juga saya berharap sikap permisif harus dihapus. Anak-anak itu adalah produk lingkungan yang kian permisif dan individualis. Lingkungan harus lebih peka terhadap anak-anak yang butuh bimbingan. Dan yang terpenting adalah kontrol dari masyarakat terhadap perilaku menyimpang anak. Melalui lingkungan (RT/RW), tempat kerumunan anak di malam hari bisa dibatasi. Seperti tempat game online, masyarakat setempat harus membuat kesepakatan bersama terkait jam operasi. Idealnya memang game online beroperasi maksimal sampai jam 21. Dan saya sangat yakin kontrol sosial jauh lebih efektif menjaga ketenangan dalam masyarakat.

Mewakili Pemerintah Kota Bekasi saya menyampaikan rasa duka yang amat dalam terhadap korban dan keluarga korban. Semoga adik-adik yang menjadi korban segera pulih. Pemerintah Kota Bekasi akan turut serta dalam proses penyembuhan korban.

Kepada pihak kepolisian patut kita beri apresiasi yang telah memberikan rasa aman di tengah masyarakat. Lewat informasi yang diberikan pihak kepolisian, berbagai rumor yang salah bisa diluruskan. Kota Bekasi masih kondusif dan keamanan tetap terkendali. Dan masyarakat pun diharapkan jangan mudah termakan isu dan informasi yang tidak jelas sumbernya.(kompasiana)

Feb
06

No Comment

Yok, Membuat Sejuta Biopori Bersama Komunitas OI

Beberapa hari yang lalu dan kedepan saya bersama dengan teman-teman Komunitas OI melakukan gerakan membuat satu juta lubang resapan biopori. Gerakan ini bertujuan untuk membuat biopori di pekarangan rumah, lahan fasos/fasum, perkantoran, area sarana ibadah, sekolah dan lainnya. Selain membuat biopori gerakan ini juga bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat Kota Bekasi tentang pentingnya lubang resapan biopori.

Gerakan penyadaran ini penting berdasarkan pengalaman dilapangan masih banyak masyarakat kita yang belum paham tentang arti dan urgensi lubang resapan biopori untuk area perkotaan. Biopori adalah lubang-lubang dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai aktifitas organisme di dalamnya seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah lainnya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi udara dan akan menjadi tempat berlalunya air dalam tanah (sumber:biopori.com).

Lubang resapan biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. (sumber:id.wikipedia.org).

Orang yang pertama kali memperkenalkan lubang resapan biopori adalah Kamir Raziudin Brata. Ia adalah seorang peneliti di Institute Pertanian Bogor. Pada banjir 2007 yang melanda Jakarta, ia bersama relawan lainnya memperkenalkan lubang resapan biopori yang berfungsi meningkatkan laju peresapan air ke dalam tanah untuk dijadikan sebagai cadangan air tanah.

Dengan keberadaan lubang resapan biopori di setiap rumah, kantor dan sarana publik berarti jumlah air yang segera masuk ke tanah banyak dan dapat mencegah genangan air. Lubang resapan biopori ini akan menambah cadangan air tanah. Hal ini dimaksudkan supaya pada saat musim kering kita tidak kekurangan air. Lubang resapan biopori ini akan berfungsi tabungan air ketika air berlimpah di musim hujan.

Kita tentu ingin menghindari ungkapan klasik, pada saat musim hujan kita kebanjiran dan pada saat musim kemarau kita kekeringan. Tentu kita ingin menghilangkan ironi ini. Dan salah satu langkah yang bisa dilakukan oleh semua pihak adalah dengan membuat lubang resapan biopori.

Bersama komunitas fans musisi kawakan Iwan Fals gerakan satu juta lubang resapan biopori ini kami galakkan di Kota Bekasi. Gerakan ini berangkat dari keresahan bersama tentang kondisi lingkungan kita. Atas keresahan itu kita berbuat dan bergerak bersama. Kita tidak lagi saling menyalahkan. Karena yang kita butuhkan saat ini adalah berbuat.

Ketika teman-teman OI pertama kali datang menemui saya dan memperkenalkan program mereka tersebut, saya langsung menyambut dengan tangan terbuka.

Gerakan satu juta lubang resapan biopori telah kita mulai. Kami berharap banyak masyarakat Kota Bekasi yang berkenan terlibat dalam gerakan tersebut. Ini adalah bentuk kecintaan kita pada kota ini.

Berbuat untuk kota yang lebih baik. Ayo, kita sambut ajakan dari teman-teman OI mewujudkan kota yang nyaman untuk ditinggali. Kalau bukan kita siapa lagi yang berbuat untuk kota tercinta ini. (kompasiana)

Jan
04

No Comment

Selamat Datang JKN

Sejak tanggal 1 Januari 2014 Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diberlakukan. Pemberlakuan JKN didasarkan pada Undang-undang Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). JKN memberikan jaminan keikutsertaan seluruh masyarakat Indonesia dalam jaminan kesehatan. Kepesertaan warga negara ini bersifat wajib bagi seluruh warga negara. Terlebih kepada masyarakat tidak mampu.

Kepada masyarakat tidak mampu pembayaran JKN ditangung sepenuhnya oleh negara. Sementara warga negara yang tergolong mampu diharuskan membayar. Sementara untuk iuran Jaminan Kesehatan bagi peserta pekerja penerima upah yang terdiri atas PNS, anggota TNI, anggota polri, pejabat negara, dan pegawai pemerintah non pegawai negeri akan dipotong sebesar 5 persen dari gaji atau upah per bulan, dengan ketentuan 3 persen dibayar oleh pemberi kerja, dan 2 persen dibayar oleh peserta. Sementara pegawai swasta dibayar oleh pemberi kerja yang dipotong langsung dari gaji bulanan yang diterimanya.

Peserta perorangan akan membayar iuran sebesar kemampuan dan kebutuhannya. Untuk saat ini sudah ditetapkan kategori pembayaran iuran jaminan kesehatan. Untuk mendapatkan fasilitas kelas I dikenai iuran Rp 59.500 per orang per bulan, fasilitas kelas II dikenai iuran Rp 42.500 per orang per bulan dan fasilitas kelas III dikenai iuran Rp 25.500 per orang per bulan.

Jaminan kesehatan Nasional ini menjadi langkah strategis dalam penyediaan layanan kesehatan kepada masyarakat. Selama ini persoalan pemenuhan layanan kesehatan untuk masyarakat selalu menjadi persoalan. Dengan kehadiran Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dapat mengurai benang kusut persoalan pemenuhan layanan kesehatan bermutu dan murah untuk rakyat.

Pemerintah Kota Bekasi sendiri menyambut baik kehadiran JKN sebagai ikhtiar nasional untuk Indonesia Sehat. Selama ini salah satu faktor penghambat pemenuhan layanan kesehatan adalah ketidakmampuan masyarakat miskin dalam membayar biaya berobat. Akibatnya banyak warga kurang mampu tidak mendapat layanan kesehatan yang memadai. Akibat dari hal tersebut kualitas sumber daya manusia sulit terpenuhi.

Padahal, dalam persaingan global dewasa ini, kualitas sumber daya manusia sangat menentukan. Dan faktor kesehatan menjadi modal utama dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas.

Cita-cita Bekasi Sejahtera tidak bisa dilepas dari faktor kesehatan. Salah satu indikator kesejahteraan adalah kesehatan. Pemerintah Kota Bekasi sangat berkepentingan untuk memuluskan program JKN ini.

Sebagai program yang baru diberlakukan berbagai kekurangan sangat dimungkinkan terjadi. Persoalan tarif masih menjadi polemik karena tarif yang ada dipandang belum bisa menanggung biaya operasional rumah sakit. Besaran tarif didasarkan pada INACBG’S yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Tarif yang diberlakukan dipandang masih dibawah kebutuhan operasional Rumah Sakit.

Bagi Pemerintah Daerah hal ini harus segera diselesaikan dengan pemerintah pusat. Pasalnya, jika hal ini tidak segera dituntaskan maka program pro rakyat ini bisa terhambat. Sebagai ilustrasi subsidi Pemerintah Kota Bekasi untuk peserta Jamkesmas 2013 untuk 155.000 orang sebesar 7 miliar. Bagaimana jika besaran tarif tidak sesuai dengan kebutuhan operasional? Tentu ini sangat mengganggu keuangan daerah. Belum lagi pemerintah daerah harus menanggung biaya masyarakat miskin yang tidak masuk dalam JKN.

Kita menyambut JKN sebagai kebijakan yang pro rakyat, namun kita juga perlu melakukan evaluasi terhadap segala titik lemah kebijakan ini. Dan yang paling banyak dikeluhkan adalah persoalan besaran biaya per pasien. Duduk bersama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah adalah jalan terbaik untuk kesejahteraan rakyat.

Selamat Datang JKN, Semoga ini jalan untuk memberikan jaminan kesehatan bermutu dan terjangkau untuk rakyat.

*Dikutip dari kompasiana (http://politik.kompasiana.com/2014/01/04/selamat-datang-jkn-622120.html)

Jan
02

No Comment

Pergantian Tahun, Ruang Kontemplasi

Pesta kembang api telah usai. Hingar bingar terompet telah berhenti. Semua tanda yang menunjukkan pergantian tahun telah usai. Pesta meriah menyambut kedatangan tahun baru telah selesai. Saatnya kita mulai melukis resolusi di tahun 2014 ini.

Tahun 2013 telah kita lewati. 365 hari telah kita lalui di tahun 2013. Sebuah pertanyaan reflektif di awal tahun 2014 ini, apa yang sudah kita perbuat di tahun 2013? Tentu ada banyak kekurangan dan kelebihan di tahun 2013. Yang sudah berlalu tentu menjadi pelajaran bagi kita dalam melangkah di hari-hari yang akan datang.

Sebagai manusia wajar ada satu, dua bahkan tiga kesalahan yang kita perbuat di tahun 2013. Kesalahan atau kekurangan bukan untuk disesali tapi untuk diperbaiki di masa yang akan datang. Semangat memperbaiki diri adalah ciri-ciri manusia pembelajar. Manusia yang memiliki visi kehidupan. Kesalahan dan kekurangan menjadi bekal terbaik di masa yang akan datang.

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan namun hanya sebagian dari kita yang mau belajar dari kesalahan. Sebab tak mudah belajar dari kesalahan. Namun bukan berarti tak mungkin.

Pergantian tahun berarti tersedianya ruang bagi kita berhenti sejenak untuk merenungi segala tindak tanduk di hari-hari yang lewat. Dengan harapan, kita memiliki semangat yang lebih segar dalam melihat segala tantangan kehidupan.

Di awal tahun ini kita diberi kesempatan untuk menyegarkan kembali semangat untuk berbuat yang lebih baik. Menyegarkan semangat berbagi dengan sesama. Di awal tahun ini harapan kembali kita lambungkan setinggi langit. Harapan untuk semua kebaikan.

Sebagai individu kita memiliki harapan atau resolusi di 2014 ini. Dan ini penting untuk menjadi obsesi di tahun 2014. Obsesi itu sendiri penting karena mampu menjaga etos kerja kita. Pada sisi yang lebih hakiki, kita semakin yakin dengan Kebesaran Dan Keagungan-Nya. Dia yang selalu hadir dalam setiap ikhtiar hamba-Nya. Karena Dia Yang Maha Penolong.

Sebagai komunitas yang terhimpun dalam masyarakat Kota Bekasi tentu kita mempunyai harapan dan impian tentang kota yang kita cintai ini. Kita tentu berharap agar kota ini menjadi “Kota Untuk Manusia”. Maksudnya, kota yang layak untuk dihuni. Kota yang sehat dari berbagai aspek; sosial, lingkungan, budaya, perekonomian dan lainnya.

Kita berharap Kota Bekasi menjadi kota yang nyaman untuk ditempati. Sedianya memang seperti itu, kota harus humanis. Karena kota itu akan membentuk karakter penghuninya.

Untuk impian besar itu perlu kerja yang lebih keras. Hasil berbanding lurus dengan kerja keras. Semakin besar upaya yang dilakukan maka semakin besar peluang untuk mencapai impian tersebut. Jika impian lebih besar dari usaha maka kita hanya bermimpi.

Kerja keras semua pihak harus bisa dipadukan untuk mencapai resolusi Kota Bekasi yang maju, sejahtera dan Ihsan. Kerja keras tersebut harus dibingkai dalam semangat kebersamaan. Semoga impian ini kita temui di 2014.

Dec
30

No Comment

UU ASN untuk Profesionalisme dan Independensi Birokrasi

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi Undang-Undang pada sidang Paripurna, Kamis (19/12). Hal ini menjadi titik tolak reformasi birokrasi di Indonesia. Perubahan manajemen birokrasi akan lebih ‘revolusioner’ dengan disahkannya UU ASN ini.

Sebelum berbicara lebih jauh tentang UU ASN, saya ingin menyajikan kembali latar belakang kelahiran UU ASN ini. Ada dua faktor utama yang memicu kehadiran UU ASN ini. Pertama, sejatinya birokrasi adalah abdi negara yang melayani kepentingan publik. Birokrasi menjadi alat negara untuk memenuhi dan melayani kebutuhan publik. Untuk itu diperlukan birokrasi yang profesional dan memiliki sumber daya manusia yang memiliki integritas dan kompetensi di bidangnya. Namun pada kenyataannya, publik mempersepsikan birokasi kita belum ideal seperti itu.

Kedua, setelah reformasi 1998 terjadi perubahan besar dalam kultur tata kelola politik dan pemerintahan. Selama Orde baru, birokrasi yang menguasai politik. Namun setelah mundurnya presiden Soeharto, politik yang menguasai birokrasi. Banyak pihak yang merisaukan keadaan ini karena birokrasi tidak bekerja profesional melayani publik atau menjadi abdi negara yang sesungguhnya. Justru sering kali ditemui jika birorkasi lebih mengabdi kepada kepentingan politik yang sedang berkuasa.

Kedua hal itu menjadi daya dorong untuk melakukan perubahan terhadap tatanan birokrasi melalui UU ASN. Perubahan dalam sistem, manajemen, rekrutmen dan budaya pegawai negeri sipil (PNS) yang jumlahnya saat ini 4,45 juta. Tujuan utamanya agar bioraksi terserbut menjadi abdi negara dan bisa bekerja secara profesional.

Dalam UU ASN ini mengedepankan independensi, kinerja dan profesionalisme aparatur sipil negara. Birokrasi bekerja sesuai tuntunan undang-undang dan kepentingan Negara. Salah satunya jabatan aparatur sipil negara terdiri dari jabatan administratif, fungsional dan jabatan eksekutif senior. Istilah PNS diganti dengan Aparatur Sipil Negara (ASN), selain itu seleksi ASN berdasarkan kompetensi dan ada sanksi pidana yang melanggarnya. UU ASN juga mengatur batas usia pensiun seorang pegawai negeri sipil (PNS). Pejabat administrasi PNS, batas usia pensiun yang semula 56 tahun diperpanjang menjadi 58 tahun sementara pejabat pimpinan tinggi (eselon I dan II) 60 tahun.

Menurut Wakil Menteri Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Profesor Eko Prasojo UU ASN mencoba meletakkan beberapa perubahan dasar dalam manajemen SDM. Pertama, perubahan dari pendekatan personel administration yang hanya berupa pencatatan administratif kepegawaian kepada human resource management yang menganggap adalah sumber daya manusia dan sebagai aset negara yang harus dikelola, dihargai, dan dikembangkan dengan baik.

Kedua, perubahan dari pendekatan closed career system yang sangat berorientasi kepada senioritas dan kepangkatan, kepada open career system yang mengedepankan kompetisi dan kompetensi ASN dalam promosi dan pengisian jabatan. Hal ini menempatkan pegawai ASN sebagai sebuah profesi yang harus memiliki standar pelayanan profesi, nilai dasar, kode etik dan kode perilaku profesi, pendidikan dan pengembangan profesi, serta memiliki organisasi profesi yang dapat menjaga nilai-nilai dasar profesi. Profesi ASN ini juga akan terdiri dari profesi-profesi spesifik yang lazimnya dikenal sebagai jabatan fungsional seperti dosen, guru, auditor, perencana, dan analis kebijakan.

UU ASN membawa perubahan yang besar dalam birokrasi kita, mulai dari sistem perencanaan, pengadaan, pengembangan karier, penggajian, serta sistem dan batas usia pensiun. Perubahan itu didasarkan pada sistem merit, yang mengedepankan prinsip profesionalisme, kompetensi, kualifikasi, kinerja, transparansi, obyektivitas, serta bebas dari intervensi politik dan KKN.

Dengan ditetapkannya UU ASN menjadi peluang bagi kita untuk meningkatkan mutu pelayanan Pemerintah Kota Bekasi. PNS bisa bekerja secara profesional sesuai dengan tanggungjawab dan tugasnya. Pada sisi yang lain birokrasi juga dituntut untuk terus meningkatkan kemampuannya lewat penguasaan ilmu dan teknologi. Sebab birokrasi yang ada di Kota Bekasi harus bersaing dengan pegawai dari daerah atau kementerian untuk posisi tertentu di pemerintahan.

UU ASN ini menjadi fondasi penting dalam menata birokrasi Indonesia. Birokrasi yang melayani kepentingan publik. Semoga kehadiran UU ASN ini menjadi daya dorong dalam mewujudkan visi Bekasi Maju, Sejahtera dan Ihsan.

Dec
25

No Comment

Posyandu Bukan Sekedar Menimbang Bayi

Bekasi – Posyandu bukan sekedar mengurusi tumbuh kembang bayi tapi memegang peranan penting dalam kehidupan keluarga. Demikian kalimat yang ditulis Wakil Walikota Bekasi, Ahmad Syaikhu dalam akun twit nya @syaikhu_ahmad yang diberi hastage #revitalisasiposyandu.

“Dulu kita mengenal posyandu hanya sekedar menimbang bayi. Padahal perannya sangat banyak,” tutur nya dalam kultwit, Selasa (24/12/2013).

Menurutnya, Posyandu saat ini juga mengurusi masalah kehamilan, bayi, balita bahkan hingga lansia. Bahkan kata Syaikhu, posyandu juga biasa melayani penyuluhan kesehatan, reproduksi dan keluarga.

Ia juga mengapresiasi kader-kader posyandu yang telah berkorban dan antusias dengan penuh semangat, walau tidak digaji dan diberi insentif yang memadai.

Namun demikian untuk mempercepat dan menguatkan Posyandu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan telah menunjuk Pendamping Kader Posyandu (PKP).

Ia menjelaskan, peran PKP makin dirasakan penting karena mampu melakukan akselerasi revitalisasi posyandu bekasi di setiap kecamatan.

Hal ini diperkuat dengan keputusan Gubernur Jabar yang telah menganggarkan revitalisasi posyandu yang meningkat setiap tahun nya seperti tahun 2012 sebesar 800ribu, tahun 2013 sebanyak 1jt dan akan bertambah pada 2014 sebesar 1,75jt per posyandu.

Sedangkan untuk kader-kader posyandu, secara khusus akan diberikan insentif oleh Pemkot Bekasi. “Insya Allah Pemkot Bekasi akan memberi insentif untuk kader-kader posyandu,” kata Wawalkot yang disapa Bang Syaikhu ini.

Ia menambahkan, jika posyandu bisa lebih berdaya maka diharapkan bisa mendeteksi sejak dini kasus-kasus seperti gizi buruk.

Begitu pula dengan keluarga, jika didalamnya kokoh maka kasus-kasus yang sering mencuat seperti kenakalan remaja, narkoba maupun kekerasan terhadap anak akan turun. (feb)

Dec
25

No Comment

Kali Bekasi Menyimpan Potensi Terpendam

Bekasi – Festival Kali Bekasi (FKB) resmi ditutup Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu, Ahad siang (22/12/2013). Acara yang diselenggarakan oleh BPLH Kota Bekasi selama dua hari ini berjalan sukses dan mendapat apresiasi dari warga Kota Bekasi.

Wawalkot Bekasi, yang biasa disapa Bang Syaikhu punya padangan tersendiri soal Kali Bekasi.

Menurutnya, Kali Bekasi memiliki potensi yang terpendam untuk bisa diolah agar lebih bermanfaat baik secara ekonomis maupun untuk penghijauan. Bahkan salah seorang followernya meminta agar Kali Bekasi menjadi lahan ekonomis baru seperti keberadaan Pasar Terapung.

“Ini potensi yang masih terpendam, bahkan sebagian warga menjadikan kali bekasi sebagai sumber penghidupan” kata Ahmad Syaikhu seperti dikutip dalam kultwit nya (22/12/2013).

Kesuksesan acara Festival Kali Bekasi, kata Syaikhu juga ditunjukkan dengan antusias masyarakat yang menyambut para peserta dan mereka siap untuk melestarikan lingkungan.

Salah satunya warga kelurahan Jaka Setia dan Margahayu yang tinggal di sekitar kali bekasi menyatakan siap mendukung program kali bersih yang dicanangkan pemkot bekasi.

Festival Kali Bekasi yang baru pertama kali diadakan oleh pemerintahan Rahmat Effendi- Ahmad Syaikhu ini diawali dengan penelusuran Kali Bekasi dari jembatan Cipendawa Jatiasih.

Namun sangat disayangkan pada saat penelusuran tersebut masih ditemukan warga dan pabrik yang membuang limbahnya ke Kali Bekasi.

“Sayang, masih ada warga yg membuang sampah di pinggir kali bekasi,” tutupnya. (feb)

*Di Twit @sahabatsyaikhu

Oct
29

No Comment

Pemuda dan Peringatan Dini Profersor Lyn Parker

Ketika kita berbicara atau mengenang Sumpah Pemuda hari ini (2013), menarik untuk direnungkan hasil penelitian seorang profesor dari The University of Western Australia, Lyn Parker. Ia bersama rekannya, Pam Nilan melakukan riset di tahun 2013 ini tentang remaja (pemuda) Indonesia.

Riset yang bertajuk Adolescents in Contemporary Indonesia mengurai beberapa fenomena yang terjadi dengan pemuda kita. Ada dua persoalan serius yang saat ini dihadapi pemuda Indonesia. Pertama, persoalan pergaulan bebas di kalangan pemuda. Ia menyebutkan persoalan ini dengan istilah roman problem. Angkanya cukup mencengangkan yaitu 50,2 persen. Penelitian Profersor Lyn Parker dan Pam Nilan ini memperkuat sejumlah riset-riset sebelumnya tentang pergaulan bebas di kalangan pemuda.

Persoalan kedua menurut Profersor Lyn Parker dan Pam Nilan yang sedang dihadapi oleh pemuda Indonesia adalah tentang perluasan penggunaan Narkoba, alkohol dan rokok. Persoalan ini mencapai angka 12,3 persen.

Dan temuan Profersor Lyn Parker dan Pam Nilan yang ketiga tentang fakta kaum muda saat ini adalah merebaknya perilaku hura-hura. Perilaku hura-hura ini telah mendominasi karakter pemuda saat ini.

May
09

No Comment

Bersama Melawan Tuberkolosis

Kesehatan menjadi salah satu tolak ukur kesejahteraan sebuah masyarakat. Hal ini dapat kita maklumi karena kesehatan menjadi kebutuhan dasar manusia. Atas dasar pemahaman ini pula, pemerintah memiliki kewajiban menyediakan pelayanan yang layak bagi masyarakat.

Berbagai upaya terus kami lakukan untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang layak bagi masyarakat. Ditengah upaya menyediakan pelayanan kesehatan yang layak tersebut, kami, pemerintah kota bekasi juga menyadari betul jika masih terdapat sejumlah kekurangan.

Atas dasar itu pula, kami sangat mengapresiasi peran serta masyarakat dalam menyediakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Peran serta masyarakat ini