SMS CENTER 0812 9758 2662

Tag Archives: biopori

Feb
21

No Comment

Sukseskan Satu Juta Biopori, Pemkot Gandeng Kodim 0507 Bekasi

Medansatria – Selain menggandeng lembaga sosial kemasyarakatan, Pemerintah Kota Bekasi juga menggandeng TNI dalam mewujudkan satu juta lubang biopori. Pemerintah Kota Bekasi bersama Kodim 0507 Bekasi melakukan pembuatan lubang biopori di RW 027 Taman Harapan Baru, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Sabtu (21/2).

Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu didampingi Camat Medansatria Tugiman bersama anggota TNI dan masyarakat secara bersama-sama membuat lubang biopori. Pembuatan lubang biopori ini bertujuan untuk memperbanyak lubang resapan air.

Ahmad Syaikhu berharap dengan kekompakan semua unsur masyarakat tersebut bisa mewujudkan program satu juta biopori. Program ini bisa berhasil manakala semua elemen masyarakat terlibat. Apalagi program satu juta biopori ini butuh dukungan masyarakat luas.

“Jika tiap rumah ada biopori dan sarana umum seperti perkantoran dan rumah ibadah memiliki biopori kami yakin program satu juta biopori bisa sukses,” kata Ahmd Syaikhu.

Sebelumnya Pemerintah Kota Bekasi lewat Dinas Pendidikan sudah meminta setiap sekolah untuk membuat lubang biopori. Beberapa sekolah sudah menjalankan program satu juta biopori.

Sep
25

No Comment

Syaikhu Hadiri TNI Pecahkan Rekor Muri 10 Juta Lubang Biopori

Jakarta - Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu hadir dalam acara pembuatan 10 juta lubang biopori untuk memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) di Markas TNI Cilangkap. Kehadiran Ahamd Syaikhu sebagai bentuk kepedulian terhadap pembuatan lubang biopori.

Kota Bekasi sendiri sedang gencar membuat jutaan lubang biopori. Pada hari yang sama (24/9) Pemerintah Kota Bekasi juga menyelenggarakan pembuatan lubang biopori di daerah Mustikajaya. Pembuatan lubang biopori tersebut langsung dipimpin Walikota Bekasi Rahmat Efendi.

“Pemkot Bekasi melibatkan semua komponen masyarakat dalam agenda jutaan lubang biopori. Salah satunya dengan Komunitas OI. Sekarang kita sedang menjajaki kerjasama dengan TNI dalam pembuatan lubang biopori tersebut,” kata Ahmad Syaikhu.

Ia mengapresiasi kepedulian Panglima TNI Jendral Moeldoko terhadap pembuatan lubang biopori tersebut. Ahmad Syaikhu

Berkah Biopori, Rumah Dinas Wawalkot Panen Pare

Bekasi Barat- Wakil Wali Kota Bekasi memanfaatkan ruang terbuka di rumah dinasnya untuk berkebun dan membuat ratusan lubang biopori. Ahmad Syaikhu mengatakan ruang hijau yang ada di rumah dinas akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menanam sayur-sayuran. Alhasil sayuran pare dan cabe berbuah panen dirumah dinasnya itu.

"Alhamdulillah tanahnya subur. Pare yang ditanam hidup semua. Dan sudah berbuah," kata Ahmad Syaikhu.

Pohon pare yang berbuah tersebut dimanfaatkan sebagai menu makanan di rumah dinas wakil walikota Bekasi.

Ahmad Syaikhu cukup gencar mengajak warga Kota Bekasi untuk memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam aneka sayuran kebutuhan harian. Ia berharap warga Kota Bekasi bisa mandiri dengan memenuhi kebutuhan bumbu dapur sendiri. Hal ini bisa menekan pengeluaran keluarga.

"Jika memang tidak ada lahan bisa di polibeg. Ini sangat ampuh mengurangi biaya keluarga terutama ketika harga sayuran naik," kata Ahmad Syaikhu.

Ketika pertama kali menempati runah dinas tersebut Ahmad Syaikhu langsung memperhatikan persoalan lingkungan. Bersama komunitas Orang Indonesia (Oi) Ahmad Syaikhu membuat ratusan lubang biopori. Lubang biopori tersebut berfungsi sebagai resapan air dan tempat membuang sampah dedaunan.

"Fungsi lubang biopori ini banyak. Bisa sebagai penyimpan air dan pupuk organik," jelas Ahmad Syaikhu.[ito]

May
05

No Comment

Wawalkot Ahmad Syaikhu Apresiasi Kepedulian Oi Perbaiki Lingkungan Bekasi

Kota Bekasi - Wakil Walikota Bekasi H Ahmad Syaikhu mengapresiasi kepedulian para relawan lingkungan melalui upaya konkretnya mengatasi permasalahan lingkungan di Kota Bekasi.

Diantaranya para pecinta lingkungan dari komunitas Orang Indonesia (Oi) yang selama ini telah membantu pemerintah untuk memperbanyak pembuatan lubang resapan biopori sebagai usaha untuk memperbaiki tingkat kesuburan dan daya serap air ke dalam tanah.

"Mudahan-mudahan melalui pembuatan lubang biopori yang terus digalakkan komunitas Oi Kota Bekasi dan pemerintah Kota Bekasi ini mampu menggerakkan partisipasi masyarakat untuk mencintai lingkungan. Setidaknya mencapai lebih dari satu juta lubang dibuat di Kota Bekasi," kata Ahmad Syaikhu di Rumah Sopan Pondok Melati, Minggu (4/5).

Lebih lanjut, kata Ahmad Syaikhu Pemerintah Kota Bekasi akan terus melakukan perbaikan lingkungan di Kota Bekasi. Pemerintah melalui BPLH dan para penggiat cinta lingkungan baik Oi dan komunitas lainnya mulai  melakukan konservasi lingkungan di Kali Bekasi, memperbanyak penanaman pohon, pembutan sumur resapan hingga menggalakkan pembuatan lubang resapan biopori di perumahan warga yang sering mengalami banjir.

"Mudah-mudahan usaha tersebut juga didukung warga masyarakat untuk memperbaiki kualitas lingkungan di Kota Bekasi,"  tambahnya

Terkait pembuatan lubang biopori, kata Ahmad Syaikhu, sosialisasi berupa penyebaran brosur-brosur cara pembuatan lubang biopori mempunyai andil besar dan bernilai positif untuk meningkatkan minat warga membuat lubang biopori di rumah masing-masing.

Oleh karena itu, pemerintah dan komunitas pecinta lingkungan di Kota Bekasi akan membantu masyarakat dalam hal pembuatan sumur resapan dan biopori ini.

"Upaya pembuatan lubang biopori salah satu cara secara sederhana meningkatkan kesadaran kita akan pentingnya keseimbangan lingkungan. keseimbangan lingkungan itu penting untuk mengurangi efek pemanasan global yang berakibat pada perubahan drastis iklim dan suhu bumi," ucap Ahmad Syaikhu

Dalam kesempatan tersebut hadir ketua Oi Kota Bekasi Sony Teguh dan belasan relawan lingkungan dari komunitas Oi dan masyarakat sekitar.(ito)

May
05

No Comment

Bekasi Perbanyak Lubang Biopori

Pemerintah Kota Bekasi berencana menggalakkan pembuatan lubang biopori di setiap rumah warga di wilayah setempat. Lubang itu bermanfaat untuk meminimalkan dampak banjir dan tumpukan sampah organik. "Kami buat percontohan dulu," kata Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu, Ahad, 4 Mei 2014.

Percontohan itu dibuat di rumah dinasnya di Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat. Sumur resapan atau biopori merupakan lubang-lubang kecil pada tanah yang dibuat untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap tanah terhadap air.

Lubang yang dibuat dengan kedalaman sekitar 1,2 meter dan diameter 10-30 sentimeter ini ditimbun dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik itu kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang kemudian mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah.

Selain meminimalkan jumlah genangan, usaha memperbanyak lubang biopori juga bertujuan mengembalikan tingkat kesuburan tanah lewat adanya kompos tersebut. "Warga mengolah sendiri sampahnya," katanya.

Karena itu, jumlah sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir Sumur Batu dapat ditekan. Sebab, hanya sampah nonorganik yang dibuang. "Persoalan sampah dapat diatasi di tingkat warga," kata Ahmad.(tempo)

Mar
22

No Comment

Ahmad Syaikhu Gencarkan Sosialisasi Biopori Masuk Sekolah

Sebagai upaya mencegah kembali terjadinya banjir, Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu menggencarkan sosialisasi biopori kepada lapisan masyarakat tidak terkecuali di sekolah-sekolah.

Kali ini Ahmad Syaikhu melakukan sosialisasi pembuatan biopori di SMP Negeri 21 Bekasi Utara. Di sekolah tersebut Ahmad Syaikhu bertatap muka dan mensosialisasikan secara langsung pembuatan biopori kepada guru-guru di SMP Negeri 21. Ia mengatakan salah satu target 1 juta biopori dilakukan di sarana umum seperti sekolah.

"Kami menargetkan  semua lahan pemerintah dibuat lubang biopori," kata Ahmad Syaikhu ketika memberi pengarahan kepada guru SMPN 21.

Ia mengatakan sosialisasi ini menjadi penting agar sekolah -sekolah yang ada di Bekasi perlu melakukan lubang biopori sehingga bisa mengurangi dampak dari tidak terserapnya air ketika musim hujan.

"Paling memungkinkan kita lakukan adalah membuat lubang biopori di sekolah. Memberikan contoh ke masyarakat," katanya.

Ikut dalam sosialisasi tersebut komunitas OI Kota Bekasi yang secara resmi mendukung upaya pembuatan Biopori. Dalam sosialisasi tersebut Ahmad Syaikhu juga memberikan alat lubang biopori.(ito)

Feb
15

No Comment

Program Sejuta Biopori Sampai di Perumnas 3

Bekasi Timur – Program sejuta biopori yang dicanangkan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu bersama stakeholder dan komunitas pemuda seperti Orang Indonesia (OI) akhirnya sampai di Perumnas 3 Bekasi Timur. Kegiatan ini merupakan arahan langsung Ahmad Syaikhu sekaligus sosialisasi kepada warga agar ikut aktif dalam pembuatan lubang biopori.

Pada tahap awal, lubang biopori dibuat warga dan OI di halaman masjid Al Falah jl P. Yapen Raya RW 8 Perumnas 3 kelurahan Aren Jaya. Untuk memudahkan proses pembuatan biopori, Wakil Wali Kota Bekasi bersedia memberikan alat biopori kepada 7 RW di sekitar perumnas 3, Bekasi Timur. Syaikhu pun berharap semakin banyak elemen masyarakat yang semangat untuk membuat biopori di wilayahnya.

"Kita harus bersama-sama menyelamatkan lingkungan kita. Hari ini saya bawa teman-teman komunitas OI. Besok-besok elemen lain harus terlibat dalam memperbaiki lingkungan kita" kata Ahmad Syaikhu.

Syaikhu juga kembali meyakinkan kepada masyarakat jika kegiatan pembuatan biopori merupakan langkah kecil namun menjadi titik awal untuk mengurangi bencana banjir bekasi.

"Biopori yang saat ini kita buat hanya bagian kecil menyelamatkan lingkungan dan menjadikan air bisa terkelola dengan baik," imbuhnya.

Pendapat serupa juga disampaikan Nurhakim Zaki selaku tokoh masyarakat setempat sekaligus Calon Anggota Dewan DPRD Kota Bekasi dapil Bekasi Timur dari PKS. Ia menyatakan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan agar alam bisa lebih bersahabat.

"Hari ini kita bersama pak Syaikhu membuat lubang biopori untuk melakukan sesuatu untuk lingkungan kita. Selama ini kita abai terhadap lingkungan. Saat ini kita coba memulai,” terang Nurhakim Zaki.

Seperti diketahui wilayah Perumnas 3 Bekasi Timur adalah daerah yang cukup parah terkena banjir. Adanya biopori diharapkan menjadi solusi awal berkurangnya musibah banjir di Kota Bekasi. (feb)

Feb
06

No Comment

Yok, Membuat Sejuta Biopori Bersama Komunitas OI

Beberapa hari yang lalu dan kedepan saya bersama dengan teman-teman Komunitas OI melakukan gerakan membuat satu juta lubang resapan biopori. Gerakan ini bertujuan untuk membuat biopori di pekarangan rumah, lahan fasos/fasum, perkantoran, area sarana ibadah, sekolah dan lainnya. Selain membuat biopori gerakan ini juga bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat Kota Bekasi tentang pentingnya lubang resapan biopori.

Gerakan penyadaran ini penting berdasarkan pengalaman dilapangan masih banyak masyarakat kita yang belum paham tentang arti dan urgensi lubang resapan biopori untuk area perkotaan. Biopori adalah lubang-lubang dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai aktifitas organisme di dalamnya seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah lainnya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi udara dan akan menjadi tempat berlalunya air dalam tanah (sumber:biopori.com).

Lubang resapan biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. (sumber:id.wikipedia.org).

Orang yang pertama kali memperkenalkan lubang resapan biopori adalah Kamir Raziudin Brata. Ia adalah seorang peneliti di Institute Pertanian Bogor. Pada banjir 2007 yang melanda Jakarta, ia bersama relawan lainnya memperkenalkan lubang resapan biopori yang berfungsi meningkatkan laju peresapan air ke dalam tanah untuk dijadikan sebagai cadangan air tanah.

Dengan keberadaan lubang resapan biopori di setiap rumah, kantor dan sarana publik berarti jumlah air yang segera masuk ke tanah banyak dan dapat mencegah genangan air. Lubang resapan biopori ini akan menambah cadangan air tanah. Hal ini dimaksudkan supaya pada saat musim kering kita tidak kekurangan air. Lubang resapan biopori ini akan berfungsi tabungan air ketika air berlimpah di musim hujan.

Kita tentu ingin menghindari ungkapan klasik, pada saat musim hujan kita kebanjiran dan pada saat musim kemarau kita kekeringan. Tentu kita ingin menghilangkan ironi ini. Dan salah satu langkah yang bisa dilakukan oleh semua pihak adalah dengan membuat lubang resapan biopori.

Bersama komunitas fans musisi kawakan Iwan Fals gerakan satu juta lubang resapan biopori ini kami galakkan di Kota Bekasi. Gerakan ini berangkat dari keresahan bersama tentang kondisi lingkungan kita. Atas keresahan itu kita berbuat dan bergerak bersama. Kita tidak lagi saling menyalahkan. Karena yang kita butuhkan saat ini adalah berbuat.

Ketika teman-teman OI pertama kali datang menemui saya dan memperkenalkan program mereka tersebut, saya langsung menyambut dengan tangan terbuka.

Gerakan satu juta lubang resapan biopori telah kita mulai. Kami berharap banyak masyarakat Kota Bekasi yang berkenan terlibat dalam gerakan tersebut. Ini adalah bentuk kecintaan kita pada kota ini.

Berbuat untuk kota yang lebih baik. Ayo, kita sambut ajakan dari teman-teman OI mewujudkan kota yang nyaman untuk ditinggali. Kalau bukan kita siapa lagi yang berbuat untuk kota tercinta ini. (kompasiana)

Feb
06

No Comment

Wawalkot Ahmad Syaikhu Gagas Program Satu Juta Biopori

Wakil wali kota bekasi Ahmad Syaikhu bersama Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melakukan penghijauan dan pembuatan lubang resapan biopori di perumahan villa jatirasa, Kamis (6/2).

Acara penghijauan berupa penanaman 1.000 pohon bambu di pinggir sungai itu juga dihadiri Camat Jatiasih dan unsur Muspika serta komunitas OI.

Dalam sambutannya Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu mengatakan kerja sama antar pemerintah dan elemen masyarakat mutlak diperlukan.

“Pemerintah tidak bisa berbuat sendirian dalam membangun kota bekasi yang lebih baik. Semua pihak harus terlibat. Kebersamaan menjadi kata kunci terpenting dalam menyelesaikan berbahagia persoalan” kata Ahmad Syaikhu saat memberi keterangan.

Ia juga meminta kepada semua pihak mendorong program satu juta biopori. Ia beralasan satu juta biopori diperlukan untuk menampung air ketika musim hujan dan cadangan dikala musim kemarau. Karena itu biopori bisa menjadi solusi dini pencegahan banjir maupun kekeringan.

"Kota Bekasi butuh satu juta biopori. Untuk mengimbangi terbatasnya lahan respan," tambahnya.

Ia menambahkan keterlibatan beberapa pihak sangat dibutuhkan termasuk meminimalisir alih fungsi lahan menjadi bangunan. Karenanya Ahmad Syaikhu sangat optimis program satu juta biopori bisa mengurangi tingkat volume banjir di Kota Bekasi.

Dia juga menyatakan rasa gembiranya dengan kehadiran semua komponen yang ikut membantu program satu juta biopori ini. "Hari ini semua komponen hadir. Saya senang, ada pak Camat, para Lurah, pak Danramil dan ibu Kapolsek," ujarnya. (ito/feb)