SMS CENTER 0812 9758 2662

Tag Archives: pemkot bekasi

Aug
14

No Comment

Mar
20

No Comment

Pemkot Bekasi Santuni 500 Anak Yatim

Beragam cara dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat untuk memeriahkan hari jadi Kota Bekasi yang ke-20 tahun. Seperti yang dilakukan oleh Baznas Kota Bekasi, Lembaga penyaluran zakat ini memilih memberikan santunan kepada sekitar 500 anak yatim piatu yang ada di Kota Bekasi.

Oct
18

No Comment

Aparatur Pemkot Bekasi Gelar Silaturahmi dan Khatmil Quran Ke-10

Program Bekasi Mengaji yang dilaksanakan aparatur Pemkot Bekasi terus berjalan bahkan sekarang telah selesai pada khatam membaca ayat suci Al Quran Ke-10 kali.

Sebagai ujud syukur Khatam Quran, kali ini, sejumlah aparatur Pemkot Bekasi menggelar silaturahmi dan syukuran di Pendopo Kantor Walikota Bekasi, Selasa, (18/10).

Dengan beralaskan tikar, mereka duduk bersama di pelataran pendopo dan menggelar doa syukur telah menghatamkan Al Quran dilanjutkan dengan menyantap hidangan nasi kebuli.

Sudah menjadi tradisi di masyarakat Muslim di Indonesia, usai khatam Quran digelar doa dan syukuran. Namun untuk khataman selanjutnya biasanya syukuran sudah tidak dilakukan lagi hanya membaca Doa khatmil dilakukan masing-masing.

Kita ketahui bersama, Al Quran merupakan kitab Suci Umat Islam dan memiliki 30 Juz, 6666 ayat, dan 114 surat. Membaca Al Quran merupakan salah satu ibadah umat Muslim. Allah SWT telah menurunkan Al Quran kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup umat manusia.

Sebelumnya, program aparatur mengaji telah dimulai sejak bulan puasa Ramadhan 1437 Hijriah/2016. Program ini diinisiasi Pemkot Bekasi agar budaya membaca Al Quran juga terus berkembang di masyarakat Kota Bekasi.

Setelah pencanangan Bekasi Mengaji saat itu, di tiap SKPD rutin menggelar membaca Quran bersama dan perkembanganya hingga sekarang berhasil menghatamkan Quran sebanyak 10 kali.

Tidak ada target yang ditetapkan Pemkot Bekasi agar aparaturnya menyelesaikan membaca Al Quran. Yang terpenting budaya membaca Al Quran terus dilakukan di lingkup aparatur Pemerintah Kota Bekasi.

Dari grup media sosial seperti Whatsapp di lingkup SKPD, progress program aparatur mengaji dilaporkan setiap hari. Perlu diapresiasi, dari progress tersebut, di lingkup Inspektorat Kota Bekasi, aparatur disana menerapkan One Day One Juz atau sehari selesai khatam satu juz Al Quran.

Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendi yang hadir dalam kesempatan itu mengapresiasi program aparatur mengaji. Dan semoga kata dia terus dapat ditingkatkan dan menjadi budaya para aparatur Muslim pemerintah kota Bekasi.

"Perogram mengaji ini kita terus dukung menjadi bagian dari penanaman nilai agama kepada pribadi masing-masing aparatur," kata Walikota Bekasi H Rahmat Effendi.

Wakil Walikota Bekasi H Ahmad Syaikhu usai memimpin doa khatmil quran mengatakan seperti arahan Walikota Bekasi Rahmat Effendi, perlu ada intruksi lanjutan agar program ini terus berjalan hingga di semua satuan kerja.

"Menyebar di semua SKPD semata-mata memberikan penguatan kepada semuanya dalam pelaksanan tugas. Ini mudah-mudahan memberikan kita semangat agar lebih dekat kepada Allah SWT," kata Wawali Ahmad Syaikhu. (Sumber : Dakta.com)

Jul
21

No Comment

Syaikhu: Jurnalis Mitra Penting Pemkot

Pemerintah Kota Bekasi mengadakan buka puasa bersama wartawan yang biasa meliput berita di wilayah setempat. Acara ini merupakan program rutin yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bekasi.

Setiap tahun Pemerintah Kota Bekasi melakukan buka puasa bersama wartawan untuk menjalin hubungan yang baik dengan insan pers.

"Pemkot Bekasi sangat terbuka dengan jurnalis. Tanpa wartawan program Pemkot tidak akan tersosialisasi dengan baik," kata Ahmad Syaikhu.

Program pembangunan yang dilakukan harus terkomunikasikan dengan baik kepada masyarakat. Masyarakat harus tahu program pembangunan agar terlibat dan mendukung program-program tersebut. Disamping itu media juga menjadi sahabat Pemkot Bekasi untuk mengingatkan jika ada kekeliruan.

Dalam pertemuan dengan wartawan tersebut hadir Walikota Bekasi Rahmat Effendi dan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu. Kedua pemimpin Kota Bekasi tersebut memberikan informasi seputar pembangunan di Kota Bekasi. Dan memberikan informasi terbaru tentang kesiapan Pemkot Bekasi dalam menghadapi lebaran.

"Forum sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak. Kita bisa sharing tentang Kota Bekasi," kata Ahmad Syaikhu.

Wartawan yang biasa meliput berita memberikan informasi terbaru tentang kondisi lapangan. Karena mereka yang paling awal tahu tentang kondisi di lapangan. Sementara Pemerintah Kota Bekasi memberikan informasi terbaru tentang pemerintahan.

Ahmad Syaikhu mengatakan wartawan menjadi mitra Pemkot Bekasi dalam mewujudkan visi Kota Bekasi yang maju, ihsan dan sejahtera. Untuk itu forum komunikasi dengan kalangan wartawan dilakukan dua kali dalam setahun. Buka puasa bersama dan malam gathering.[ito]

Jul
19

No Comment

Pemkot Bekasi Segera Kembalikan Anjal ke Sekolah

Keberadaan anak jalanan (Anjal) di Kota Bekasi terus diupayakan langkah penyelesaiannya. Salah satunya dengan program mengembalikan mereka ke sekolah. Program ini melalui pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Sosial dan pihak ketiga.

Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu mengatakan pemerintah setempat sedang konsentrasi mengembalikan anak-anak jalanan kembali ke bangku sekolah. "Ini hak mereka. Dan Negara wajib menyekolahkan mereka," katanya.

Meski ini dipandang sulit Ahmad Syaikhu optimis bisa mendudukkan anak-anak jalanan tersebut ke sekolah. Pasalnya anak-anak jalanan tersebut sudah merasa lebih nyaman dijalanan ketimbang sekolah.

"Mereka kadang merasakan nikmatnya di jalanan. Di jalanan mereka bisa dapat uang. Sementara di sekolah beban yang ada," jelas Ahmad Syaikhu.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi, Agus Dharma Suwandi, menuturkan, saat ini Dinsos Kota Bekasi sudah menyusun program untuk mengembalikan anjal ini ke sekolah.

"Program ini sebenarnya sudah direncanakan beberapa tahun yang lalu, dan diharapkan tahun 2014 ini bisa direalisasikan," tutur Agus.

Jelas Agus, untuk memuluskan program tersebut, Dinsos Kota Bekasi telah melakukan kerjasama dengan pihak ketiga. Karena saat ini setiap anak jalanan yang terjaring razia, biasanya akan langsung dibina oleh Dinsos yang kemudian setelah proses pembinaannya selesai, mereka akan dikembalikan lagi ke orang tua mereka masing-masing.

"Pada saat pengembalian tersebut kami memberikan himbauan agar mereka bisa bersekolah lagi," ujarnya.

Untuk saat ini, diakui Agus, Dinsos Kota Bekasi membina sekitar 100 lebih anjal yang kesemuanya berasal dari razia yang dilakukan pihaknya di Kota Bekasi.

Program pengembalian anjal agar kembali bersekolah ini sebenarnya dijalankan atas dasar program pemerintah yang menggulirkan program pengurangan pekerja anak (PPPA).

"PPPA digulirkan dalam lima tahun terakhir ini, dan untuk Kota Bekasi sendiri saat ini terdapat 100 lebih anjal yang masih dibina agar nantinya mereka bisa kembali lagi bersekolah," katanya.

Ia pun berharap agar program ini bisa membantu pemerintah daerah (Pemda) Kota Bekasi dalam mengurangi jumlah anak putus sekolah karena alasan ekonomi. [hms/fbi/foto:alan]

Jun
04

No Comment

Optimalisasi Zakat, Pemkot Bekasi Koordinasi dengan LAZ

Dana zakat yang dikelola oleh Lembaga Amil Zakat perlu dioptimalkan sehingga tidak salah sasaran dan saling tumpang tindih. Hal ini sejalan dengan azas dari zakat itu sendiri yakni pemerataan.

Ini diungkapkan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu ketika bertemu dengan perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bekasi serta sejumlah pimpinan Lembaga Amil Zakat (LAZ), Selasa (4/6/2014).

“Ke depan tidak terjadi tumpang tindih pemberian dana zakat dari BAZ atau LAZ kepada satu penerima zakat atau ada yang berhak tapi belum menerima zakat,” kata Ahmad Syaikhu di kantor Walikota Bekasi, Jalan Ahmad Yani.

Pertemuan yang dipimpin langsung Ahmad Syaikhu ini juga dihadiri Sekretaris Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi, H Matsani, dan Kasubbag pada Bina Kesejahteraan Sosial Setda Kota Bekasi, Zainal.

Dalam keterangannya Ahmad Syaikhu mengemukakan pertemuan ini digelar sebagai upaya bersama mensinergitaskan berbagai aktifitas pemberdayaan pengelola zakat di Kota Bekasi. Sehingga dana yang dimobilisasi dari masyarakat ke depannya bisa tepat sasaran atau disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar tidak mampu alias miskin.

"Oleh karena itu, kaitan kedepan lebih banyak lagi sinergitas antara pengelola zakat. Kita pun yakin lembaga pengelola zakat mampu memobilisasi dana masyarakat dan sasarannya kelas penerima zakat kategori miskin," tandasnya.(fbi)

Jun
04

No Comment

Perkuat Keamanan, Pemkot dan Kominda Gandeng Elemen Masyarakat

Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) melakukan silaturrahim dengan tokoh masyarakat, agama dan pemuda. Silaturrahim Kominda ini dilakukan disetiap kecamatan. Selain untuk memperkenalkan Kominda kepada masyarakat, silaturrahim ini juga memberikan edukasi kepada tokoh masyarakat tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan.

"Kominda ini lebih khusus lagi melakukan deteksi dini dan mengkordinasikan informasi. Dari informasi tersebut diharapkan bisa memberikan pertimbangan pembuatan kebijakan," kata Ahmad Syaikhu.

Ia juga berharap masyarakat bisa terlibat dalam menjaga lingkungan yang kondusif. Informasi awal dari masyarakat dipandang perlu untuk menjaga keamanan lingkungan.

"Menjaga keamanan adalah tugas pemerintah. Namun pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa jika tidak ada keterlibatan masyarakat," jelas Ahmad Syaikhu.

Ketua Harian Kominda Kompol. Drs. Mariyono mengatakan pihaknya perlu memperbaiki citra Kota Bekasi yang seringkali dipandang daerah rawan konflik sosial. Ini tugas berat yang harus segera diperbaiki.

"Kerukunan umat beragama perlu dijaga. Agar image internasional tentang wilayah kita bisa diperbaiki," kata Mariyono.

Terkait persoalan keagamaan di masyarakat Mariyono mengatakan perlu mengedepankan hukum. Jangan sampai kekerasan yang dikedepankan.(ito)

May
30

No Comment

Pemkot Bekasi Alokasikan 40% APBD 2015 untuk Pendidikan

Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, berencana memanfaatkan 40 persen dari total Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2015 sekitar Rp 3,5 triliun untuk meningkatkan pelayanan pendidikan.

"APBD 2015 Kota Bekasi diproyeksikan tembus Rp 3,5 triliun, 40 persen lebih akan kita gunakan untuk membiayai pendidikan," ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi, Senin (26/5).

Menurutnya, anggaran tersebut akan dialokasikan untuk meneruskan program sekolah negeri gratis untuk seluruh tingkatan.

"Tahun 2013 dan 2014 kami telah menjalankan pendidikan gratis untuk SD dan SMP. Tahun ini sedang kita upayakan untuk tingkat SMA," katanya.

Pihaknya pun menargetkan program serupa bagi pendidikan swasta di wilayah itu dengan memberi subsidi pendidikan mulai 2017.

"Tahun 2017 nanti tidak ada lagi dikotomi pendidikan swasta dan negeri, semua gratis," katanya.

Rahmat menambahkan, komitmen Pemkot Bekasi dalam memaksimalkan pelayanan pendidikan juga dibuktikan dengan diselenggarakannya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 100 persenonline.

Menurut dia, kebijakan PPDB secara online 100 persen akan tetap dilanjutkan meski memperoleh tentangan dari sejumlah masyarakat yang pro terhadap jalur bina lingkungan.

"Tidak mungkin pemerintah mengambil kebijakan mundur dari capaian yang sudah baik. Bagaimanapun respons masyarakat, PPDB online 100 persen akan tetap berlanjut. Baiknya masyarakat menerima kebijakan ini dan mempersiapkan anaknya untuk berkompetisi masuk sekolah tujuan secara adil," katanya.(beritasatu)

Ini Cara Pemkot Bekasi Atasi Sampah

Tempat pembuangan akhir (TPA) Sumur Batu milik Pemerintah Kota Bekasi sudah overload. Tak ada lokasi lain yang dijadikan tempat membuang sampah sehingga pemerintah setempat tetap membuang sampah di sana meskipun berisiko longsor.

"Persoalan sampah harus bisa diselesaikan di tingkat lingkungan," kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Ahad, 11 Mei 2014. Jika mengandalkan TPA tanpa ada pengolahan di tingkat warga, persoalan sampah tak akan dapat teratasi.

Pemkot Bekasi mulai membuat 112 lokasi tempat pengolahan sampah terpadu di lingkungan. Di setiap kelurahan terdapat dua TPST yang digunakan untuk mengolah sampah rumah tangga. "Dapat mengurangi beban sampah di masyarakat, khususnya sampah rumah tangga," kata Rahmat. "Minimal mengurangi 20 persen volume sampah," katanya.

Sampah di lokasi pengolahan akan diolah atau didaur ulang, digunakan ulang, pengkomposan, insinerasi, dan pembuangan akhir. Misalnya, sampah organik dapat dijadikan pupuk kompos untuk kepentingan warga maupun taman kota. "Kami optimistis sampah liar dapat ditekan," katanya.

Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu mengatakan penggalakan pembuatan lubang biopori dapat mengurangi volume sampah di masyarakat. Setiap rumah diimbau membuat lubang biopori. "Sampah organik dapat dimasukkan ke dalamnya," kata Syaikhu.

Lubang yang dibuat dengan kedalaman sekitar 1,2 meter dan diameter 10-30 sentimeter ini ditimbun dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik itu kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang kemudian mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. "Warga mengolah sendiri sampahnya," katanya.

Dia berharap jumlah sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir Sumur Batu dapat ditekan. Sebab, hanya sampah nonorganik yang dibuang. "Persoalan sampah dapat diatasi di tingkat warga," kata Ahmad. (tempo)

May
05

No Comment

Pemkot Bekasi Bahas Penetapan Tarif Maksimum Sekolah Swasta

Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, tengah menyusun surat keputusan yang mengatur perihal tarif maksimal pada sekolah swasta penerima bantuan subsidi.

"Pemerintah sudah memberikan subsidi kepada sekolah swasta, tapi masih ada saja oknum yang melakukan komersialisasi dengan menaikkan besar dana sumbangan pendidikan supaya tetap mendapatkan pemasukan besar dari orang tua murid," kata Wakil Wali Kota Ahmad Syaikhu di Bekasi, Jumat.

Menurutnya, penyusunan SK ini merupakan cara Pemkot Bekasi menyiasati kemunculan oknum sekolah yang mempraktikkan komersialisasi pada siswa.

Pemkot Bekasi telah memberikan subsidi untuk siswa di sekolah swasta, masing-masing tingkat SD, besar subsidi Rp 10.000 per siswa per bulan, SMP Rp 15.000, dan SMA Rp 25.000.

Pemberian subsidi ini merupakan salah satu upaya Pemkot Bekasi menghilangkan dikotomi antara sekolah negeri dan swasta yang dilakukan secara bertahap.

Akan tetapi pada praktiknya, banyak sekolah swasta yang kemudian menaikkan iuran sumbangan pendidikannya. Dengan demikian, beban orang tua sama saja tak berkurang karena tetap harus membayarkan SPP yang besar.

"Padahal maksud pemerintah memberikan subsidi untuk sekolah swasta supaya pendidikan tak menjadi beban orang tua lagi. Subsidi ini dimaksudkan untuk meringankan beban orang tua, tapi nyatanya justru dikomersialkan oknum," katanya.

Dalam rangka keperluan penyusunan SK, Pemkot Bekasi segera meninjau sekolah swasta nakal yang bermain dengan menaikkan besar SPP. Sekaligus, dilakukan pula pengajian terhadap besar iuran SPP yang layak.

"Kalau angkanya sudah dapat, kemudian dituangkan dalam SK, yakni tarif maksimal besar SPP yang berlaku. Sekolah swasta penerima subsidi harus menuruti ketentuan dalam SK itu," katanya.

Pemkot Bekasi mengupayakan pengajian bisa segera dirampungkan agar aturan besar maksimal SPP yang dipatok sekolah swasta penerima subsidi bisa diberlakukan mulai tahun ajaran 2014-2015.(antara)