SMS CENTER 0812 9758 2662

Tag Archives: sampah

Jan
09

No Comment

Maksimalkan Fungsi 'Bank Sampah' Kurangi Sampah

Masih banyaknya titik sampah liar menjadi perhatian serius Kota Bekasi. Wakil Walikota Bekasi, Ahmad Syaikhu memerintahkan jajaran Pemerintah Kota Bekasi khususnya dinas terkait untuk memaksimalkan fungsi Bank Sampah. Hal itu sebagai upaya dalam mengurangi penimbunan dan sampah liar.

Syaikhu menuturkan guna lebih memaksimalkan fungsi Bank Sampah harus ada dukungan dari masyarakat setempat.

“Koordinasi antara RT, RW dan aparatur dinas terkait di wilayah titik sampah liar ini. Untuk itu, pengelolaan sampah dengan Bank Sampah juga harus ditingkatkan kinerjanya,” kata Syaikhu, (9/1).

Ahmad Syaikhu mengatakan pada tahun 2017 kinerja serta pelayanan Pemerintah Kota Bekasi terhadap masyarakat harus meningkat menjadi lebih baik lagi.

“Kita songsong tahun baru ini dengan semangat baru, dan kinerja terbaik bagi masyarakat Kota Bekasi. Dan, program pembangunan bisa terus berjalan sesuai RPJMD,” katanya. (Sumber : I-Bek.com)

Sep
03

No Comment

Wawali Sosialisasikan Penanganan Sampah Pada Warga Mustikajaya

share-2Mustikajaya – Kecamatan Mustikajaya pagi  mendapat giliran melaksanakan Coffee Morning yang dipusatkan di pendopo kantor Kecamatan Mustikajaya, hal tersebut merupakan rangkaian kegiatan untuk melakukan sinkronisasi dan sinergitas dalam rangka mendukung Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk meraih Adipura 2015 – 2016, Kamis (03/09) pagi.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu, Camat Mustikajaya, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, para Lurah yang ada di Kecamatan Mustikajaya, Perwakilan Koramil, Perwakilan Polsek Mustikajaya dan para tokoh masyarakat serta para ketua RW dan RT.

Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu mengatakan bahwa, Gunungan sampah di TPA Sumur Batu, saat ini sudah overload.

Aug
27

No Comment

100 Ton Sampah di Medansatria Harus Diatasi Bersama

Sampah medanstriaMedansatria - Sekitar 100 Ton sampah yang terdapat di Kecamatan Medansatria harus segera dilakukan proses pemilahan dan pengolahan. Demikian dikatakan oleh Wakil Walikota Bekasi, Ahmad Syaikhu saat ditemui dalam agenda Coffee Morning di Harapan Indah Club, Kamis (27/8).

“Saya sudah meminta pihak BPLH dan Dinas Kebersihan untuk meninjau dan mulai menangani itu semua. Tentunya persoalan-persoalan yang kita hadapi ini perlu kita lakukan bersama-sama,” ujar Syaikhu.

Untuk menanganinya, ia menambahkan bahwa pertama-tama harus menemukan kesadaran bagaimana membangun obsesi dalam diri masyarakat untuk menyelesaikan masalah sampah tersebut.

“Pemerintah Kota akan berusaha meningkatkan pelayanan untuk  wilayah kekurangan armada. Karena dari DKI Jakarta kita baru saja mendapat bantuan armada pengangkut sampah. Tapi kalau pola pembuangan tetap seperti ini tak akan berubah. Sampahkan prinsipnya kalau dikelola dengan baik tidak akan menimbulkan bau,” imbuhnya.

Syaikhu juga mengingatkan perihal program pengelolaan sampah mandiri yang digagas bersama walikota Bekasi agar lebih diefektifkan lagi.

“Kenyamanan tinggal di Bekasi itu mutlak. Kita melakukan program-program ini bukan sekedar demi Adipura saja, kedepannya kita juga bisa menganggarkan untuk pembuatan RTH yang sampai saat ini masih 14 persen,” kata dia.

Dalam agenda Coffee morning hari ini, Syaikhu juga memberikan apresiasi kepada warga di kecamatan Medan Satria yang berupa kaos dan topi bertema Go Green.

“Ini untuk meningkatkan semangat Go Green di Kota Bekasi,” pungkasnya. (sumber: infobekasi.co.id/Sel)

Aug
20

No Comment

Raih Adipura, Perlu Galakkan Bank Sampah

sinergisampahBantargebang - Pemerintah Kota Bekasi terus mensinergitaskan kepedulian semua pihak dalam mewujudkan program lingkungan untuk meraih adipura.

Untuk itu, demi mewujudkan lingkungan Kota Bekasi yang indah, nyaman dan bebas dari sampah, dibutuhkan peran serta masyarakat dan para pengusaha untuk turun membantu pemerintah.

Hal ini menjadi poin penting dalam kegiatan sinergitas Program Adipura 2015-2016 , Kamis, (20/8) yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Bantargebang.

Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu mengatakan harapannya agar masyarakat, alim ulama dan pengusaha membantu pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan indah terutama di lingkungan masing-masing.

Aug
06

No Comment

Raih Adipura, Wawali Ajak Warga Bekasi Selatan Terlibat

KopipagiBekasiselatanBekasi Selatan - Guna mendapat lingkungan yang bersih alias predikat kota bersih, Pemerintah Kota Bekasi terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Walikota Bekasi Rahmat Effendi dan Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu secara rutin melakukan temu warga dalam acara Kopi Pagi  yang membicarakan langkah bersama dalam mengatasi persoalan sampah.

Ketika bertemu dengan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Bekasi Selatan dan pengurus RT/RW, Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu kembali mengajak semua pihak terlibat dalam upaya meraih Adipura, Kamis (6/8).

“Semua punya kepentingan agar lingkungan kita bersih, asri dan nyaman. Karena kita sendiri yang merasakan manfaatnya,” kata Ahmad Syaikhu.

Mengingat persoalan sampah ini menjadi tanggungjawab bersama Ahmad Syaikhu meminta semua pihak agar terlibat dalam program mencapai Adipura.

“Tujuan kita bukan Adipura semata. Namun jauh lebih penting Kota Bekasi bersih dari sampah,” katanya.

Jul
30

No Comment

Atasi Persoalan Sampah Perlu Pupuk Kebersamaan

DSC_0131Pagi ini (Rabu 29/7), saya mewakili Walikota Bekasi menghadiri Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi dalam mewujudkan Adipura 2015-2016 di Kecamatan Pondok Melati. Alhamdulillah acara dihadiri oleh berbagai stakeholder Kota Bekasi, ada pemuka agama, para ketua RW, tokoh masyarakat, pihak pengembang perumahan, aktivis lingkungan, TNI dan Polri serta para pemangku jabatan di lingkungan pemerintah Kota Bekasi.

Secara keseluruhan, acara berjalan dengan lancar. Yang membuat saya bangga, antusiasme yang hadir dengan menyodorkan berbagai solusi yang riil untuk mendapatkan Adipura 2015 – 2016. Tentu hal ini menjadi modal utama untuk meraih Adipura yang dicita-citakan.

Pak Hidayat, pemilik usaha MITRAN, yang selama ini sudah berhasil mengurangi sampah di lingkungan dan membuat mesin-mesin pencacah sampah sendiri, mengusulkan agar dibuatkan biokomposting di setiap rumah atau lingkungan. Pembuatan biokomposting dilakukan sangat sederhana dengan membuat tiga buah lobang. Untuk setiap lobang diisi dengan sampah-sampah organik dari rumah tangga. Jika satu lobang sudah penuh,

Jul
30

No Comment

Ini Arahan Wawali Soal Penanganan Sampah

DSC_0142Pondokmelati - Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu bersilaturahmi dengan para tokoh masyarakat dan para ketua RW se-Kecamatan Pondok Melati, Rabu, (29/7).

Selain bersilaturahhim, Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu juga rapat koordinasi penanganan sampah dan kebersihan lingkungan se-Kecamatan Pondok Melati.

Ahmad Syaikhu dalam kesempatan itu berharap seluruh elemen masyarakat memantapkan kembali komitmen bersama stakeholder di Kota Bekasi demi mewujudkan Kota Bekasi nyaman dan menumbuhkembangkan budaya menjaga kebersihan lingkungan.

Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu didampingi Kepala Dinas Kebersihan Abdillah, Camat Pondok Melati Roro Yoewati, serta perwakilan Danramil dan perwakilan Polsek Pondok Gede yang mendukung kegiatan kebersihan.

Terhitung, puluhan warga yang terdiri dari para ketua RW dan penggerak swadaya masyarakat hadir di acara silaturahmi yang di gelar di aula Kecamatan Pondok Melati tersebut.

Feb
02

No Comment

Wawalkot Resmikan Bank Sampah Gamprit

Pondokgede - Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu meresmikan berdirinya Bank Sampah Gamprit Berseri yang berada di lingkungan RW 14 Kelurahan Jatiwaringan Kecamatan Pondok Gede, Sabtu, (31/1).

Ahmad Syaikhu mengatakan Bank Sampah ini diharapkan dapat menggerakkan partisipasi warga dalam mengelola sampah dengan baik. Mengingat sampah Kota Bekasi banyak disumbang rumah tangga. Seperti diketahui saat ini penduduk Kota Bekasi sekitar 2,6 juta jiwa.

Kata dia, warga dan pengelola bank sampah perlu bekerjasama dengan baik sehingga mampu mengurangi jumlah sampah yang dibuang rumah tangga. Sudah saatnya cerdah mengelola sampah dengan melakukan pemilahan.

"Sampah organik dari warga bisa diolah menjadi kompos melalui beberapa cara dan akan memberikan keuntungan juga untuk Bank Sampah melalui penjualan kompos. Sekilo Kompos seharga kurang lebih Rp 850. Hanya kualitas komposnya saja yang perlu distandarisasi agar layak jual. Pemerintah siap membantu keberadaan Bank Sampah di Kota Bekasi," kata Ahmad Syaikhu.

Lanjut Ahmad Syaikhu pengelolaan sampah mulai dari hulu atau sampah rumah tangga harus terus disosialisasikan. Selain

Sep
08

No Comment

Komunitas OI Adakan Pelatihan Pengelolaan Sampah Mandiri Di Rumdin Wawalkot

Bekasi Barat - Pecinta musisi lagendaris Iwan Fals yang tergabung dalam komunitas Orang Indonesia (OI) mengadakan pelatihan pengelolaaan sampah mandiri dan workshop pembuatan pupuk kompos di Rumah Dinawa Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu. Peserta pelatihan tersebut berasal dari RW yanga ada di Kota Bekasi.

Wakil Walikota Bekasi dalam sambutannya mengatakan jika acara tersebut terselenggara atas inisiatif Komunitas OI. Ia menyambut baik inisiatif Komunitas OI untuk memanfaatkan rumah dinasnya untuk kegiatan bermanfaat seperti peduli lingkungan.

“Ya, ini rumah dinas wakil walikota Bekasi. Silahkan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Ini rumah rakyat. Jangan sampai rumah rakyat ini jauh dari rakyat,” kata Ahmad Syaikhu.

Ia mengatakan pengelolaan sampah di Kota Bekasi cukup memprihatinkan. Tidak bisa diselesaikan oleh pihak pemerinrah daerah saja.

Ini Cara Pemkot Bekasi Atasi Sampah

Tempat pembuangan akhir (TPA) Sumur Batu milik Pemerintah Kota Bekasi sudah overload. Tak ada lokasi lain yang dijadikan tempat membuang sampah sehingga pemerintah setempat tetap membuang sampah di sana meskipun berisiko longsor.

"Persoalan sampah harus bisa diselesaikan di tingkat lingkungan," kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Ahad, 11 Mei 2014. Jika mengandalkan TPA tanpa ada pengolahan di tingkat warga, persoalan sampah tak akan dapat teratasi.

Pemkot Bekasi mulai membuat 112 lokasi tempat pengolahan sampah terpadu di lingkungan. Di setiap kelurahan terdapat dua TPST yang digunakan untuk mengolah sampah rumah tangga. "Dapat mengurangi beban sampah di masyarakat, khususnya sampah rumah tangga," kata Rahmat. "Minimal mengurangi 20 persen volume sampah," katanya.

Sampah di lokasi pengolahan akan diolah atau didaur ulang, digunakan ulang, pengkomposan, insinerasi, dan pembuangan akhir. Misalnya, sampah organik dapat dijadikan pupuk kompos untuk kepentingan warga maupun taman kota. "Kami optimistis sampah liar dapat ditekan," katanya.

Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu mengatakan penggalakan pembuatan lubang biopori dapat mengurangi volume sampah di masyarakat. Setiap rumah diimbau membuat lubang biopori. "Sampah organik dapat dimasukkan ke dalamnya," kata Syaikhu.

Lubang yang dibuat dengan kedalaman sekitar 1,2 meter dan diameter 10-30 sentimeter ini ditimbun dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik itu kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang kemudian mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. "Warga mengolah sendiri sampahnya," katanya.

Dia berharap jumlah sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir Sumur Batu dapat ditekan. Sebab, hanya sampah nonorganik yang dibuang. "Persoalan sampah dapat diatasi di tingkat warga," kata Ahmad. (tempo)